by

Jaksa Kembalikan Berkas 8 Tersangka Korupsi DD

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Maluku Tengah (Malteng) mengembalikan berkas tahap I atas berkas perkara 8 tersangka DD di tiga Negeri di Maluku Tengah (Malteng), ke penyidik Satreskrim Polres Maluku Tengah.
“Berkasnya setelah kita teliti masih ada yang kurang, jadi kita kembalikan, ke Polres,” jelas Kasi Pidsus Kejari Malteng, Asmin Hamja kepada koran ini, Jumat kemarin.

Kata dia, berkas perkara delapan tersangka ini, JPU sudah teliti berdasarkan prosedur perundang-undang yang berlaku. “Jadi setelah diteliti ternyata masih ada yang kurang, makanya dikembalikan itu,” jelas Asmin.

Sebelumnya, diberitakan koran ini, Polres Maluku Tengah akhirnya menetapkan delapan tersangka terkait dugaan korupsi dana desa Negeri Pasanea, Negeri Karlutukara dan Negeri Gale-Gale.

Penetapan itu berlangsung dalam ekspose perkara yang digelar penyidik bersama Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi, Senin 28 September 2020.

Kasus tindak pidana korupsi dana desa tiga Negeri itu sebelumnya dilidik Polres Maluku Tengah pada awal Tahun 2019.

Berdasarkan rilis yang diterima, Selasa 29 September 2020, delapan tersangka yang ditetapkan itu berkaitan dengan dugaan korupsi dana desa Negeri Pasanea, dugaan korupsi dana desa Negeri Karlutukara dan dugaan korupsi dana desa Negeri Gale-Gale Kecamatan Seram Utara Barat, Maluku Tengah.

Kedelapan tersangka diantaranya AW dan IM, tersangka dugaan korupsi dana desa Negeri Pasanea, MA, HA dan HR tersangka korupsi dana desa Negeri Karlutukara dan SW, M, dan SA tersangka kasus dugaan korupsi dana desa Negeri Gale-Gale.

“Secara formil dan materil telah ditemukan adanya perbuatan melawan hukum terkait pengelolaan dana desa tiga Negeri tahun anggaran 2015 dan 2016 yang merugikan keuangan negara, sehingga mereka yang tadinya sebagai terlapor dan juga saksi, kami tetapkan sebagai tersangka,” jelas Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi.

Dijelaskan, AW dan IM oleh penyidik disebut sebagai orang yang bertanggungjawab terkait korupsi dana desa Negeri Pasanea tahun 2015 dan 2016 dengan kerugian negara berdasarkan audit investigasi BPKP sebesar Rp. 255.910.344.

Sementara itu ME, HA dan HR diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa Negeri Karlutukara tahun 2015 dan 2016 dengan total kerugian negara berdasarkan perhitungan kerugian negara oleh BPKP sebesar Rp. 215.703.215. Kemudian, SW, M, dan SA ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa Negeri Gale-Gale tahun 2015 dan 2016 yang mengakibatkan kerugian negara berdasarkan hasil audit investigasi kerugian negara oleh BPKP sebesar Rp. 268.574.993.

Selanjutnya, lanjut Kapolres, kedelapan tersangka ini, dalam, waktu dekat, berkasnya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Maluku Tengah untuk kepentingan persidangan.

“Kita sudah persiapkan, dalam waktu dekat akan kami panggil mereka untuk diperiksa dalam status sebagai tersangka, untuk melangkapi berkas perkara ini, supaya dilimpahkan ke Kejari Malteng,” tandasnya.(SAD)

Comment