by

Jaksa Lengkapi Dokumen Audit Korupsi Irigasi

Ambon, BKA- Tim Penyidik Pidsus Kejari Malteng kembali melengkapi berkas perkara kasus dugaan korupsi proyek irigasi di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), yang diminta tim auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku-Malut, beberapa hari lalu.

“Jadi sebelumnya kita surati BPKP dulu, surat yang kita layangkan sudah ke tiga kali. Kemudian mereka mengirim permintaan, supaya penyidik melengkapi berkas perkara untuk kepentingan audit. Makanya kita lengkapi,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Malteng, Asmin Hamja, kepada wartawan saat ditemui di Pengadilan Tipikor Ambon, Kamis (14/1).

Menurut Asmin, dokumen yang diminta auditor BPKP Maluku merupakan dokumen teknik pengadaan lelang LPSE. Dokumen inilah yang menjadi keperluan tim auditor dalam mengaudit perkara ini.

“Mereka minta dokumen sisa. Dokumen sisa itu dokumen pengadaan lelang LPSE. Jadi sudah kita serahkan ke tim auditor belum lama ini,” jelasnya.

Untuk diketahui, kasus ini penyidik Kejari Malteng menetapkan lima tersangka, yakni, Ahmad Litiloly selaku PPTK, Markus Tahya selaku pembantu PPTK, Yonas Riuwpassa selaku Dirut CV Surya Mas Abadi, Benjamin Liando selaku peminjam perusahan atau kontraktor, serta Megy Samson selaku KPA.

“Jadi sekali lagi, proyek ini bermasalah di RAB. Misalnya RAB bangun lain, tapi pekerjaan dilapangan lain,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, indikasi pembangunan proyek irigasi, para tersangka melakukan mark-up satuan harga. Sehingga mengakibatkan hasil kerja tidak sesuai Bestek. Dan mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp.800 juta lebih sesuai hitungan tim penyidik.

“Waktu kita turunkan ahli kontruksi, mereka temukan selisih, pasir, batu dan semen dibangun tidak sesuai RAB. Indikasi mereka juga naikkan harga barang,” pungkas Asmin.(SAD).

Comment