by

Jaksa Marathon Garap Saksi di Kasus Bandara Banda Neira

Penyelidikan kasus dugaan korupsi Pekerjaan Pemenuhan Standart Runway Strip Bandar Udara Banda Neira tahun anggaran 2014, terus berlangsung.
Tim penyelidik pun terus menggarap saksi-saksi terkait untuk mengungkap tersangka baru dalam kasus ini.

“Kita terus agendakan periksa saksi dalam pekan ini. Prinsipnya kita marathon periksa saksi,” ungkap Kacabjari Banda Neira, Ardian Junaedi saat dihubungi melalui selulernya, Kamis (8/7).

Menurutnya, tim penyelidik, baru saja memeriksa saksi konsultan pengawas Sutoyo. Pemeriksaan seputaran tugas dan tanggungjawab yang dilakukan terhadap saksi di proyek ini.

“Kita periksa saksi Sutoyo dengan puluhan pertanyaan hari ini, Kamis (8/7). Intinya dalam kasus ini, pemeriksaan saksi masih berlangsung,” tandas Junaedi.

Sebelumnya tim penyelidik memeriksa Pelaksana proyek Bandara Banda Neira tahun 2014, Welmon Rikumahu, digarap tim penyelidik Kejaksaan Cabang Negeri Ambon di Banda Neira, di Kantor Kejati Maluku, Rabu (7/7).
Pemeriksaan terhadap Welmon kembali dilakukan, setelah kasus korupsi Pekerjaan Pemenuhan Standart Runway Strip Bandar Udara Banda Neira tahun anggaran 2014, kembali dibuka, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Selasa (6/7), penyelidik Kejaksaan Cabang Negeri Ambon di Banda Neira memeriksa dua terpidana kasus tersebut, Sijane Nanlohy dan Marthen Philipus Parinussa, yang tengah menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Ambon.

Data yang dihimpun Beritakota Ambon, Welmon mendatangi Kantor Kejati Maluku sekitar pukul 10.00 WIT. Dia kemudian menjalani pemeriksaan di ruang Pidsus Kejati Maluku, sejak pukul 11.00 WIT hingga 13.00 WIT.

Pemeriksaan terhadap Welmon dilakukan karena dia diduga merupakan orang dekat terpidana Marthen Philipus Parinussa. Selain itu, dia juga diduga menerima uang proyek Rp 342 juta, yang digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Jadi ini karena saksi menerima uang juga, sehingga yang bersangkutan diperiksa. Saksi juga yang mengerjakan proyek ini. Data-data ini semua terungkap dalam persidangan sejak dua terpidana itu disidangkan.

Hanya saja, tidak boleh kita buka dulu, karena kasus ini masih dalam tahap penyelidikan tim,” ujar sumber penyidik, yang menolak namanya dikorankan, di pelataran Kantor Kejati Maluku.

Kepala Cabang Kejari Ambon di Banda Neira, Ardian Junaedi, yang dikonfirmasi, membenarkan agenda pemeriksaan terhadap Welmon.
Namun Ardian enggan untuk berkomentar terlalu jauh. Alasannya, kasus baru saja dibuka kembali itu, masih dalam proses penyelidikan. Sehingga belum bisa dipublis ke khalayak ramai.

“Memang benar, saksi WR diperiksa. Saksi diperiksa dalam kapasitas sebagai pelaksana proyek di lapangan,” jelas Ardian, melalui seluler.
Diketahui, proyek yang dikerjakan tahun 2014 lalu itu menelan anggaran sebesar Rp 2 miliar lebih. Dikerjakan oleh PT Parama Andika Raya, milik terpidana Sijane Nanlohy.

Dalam realisasi pekerjaan, terpidana Sijane, menyuruh terpidana Marthen Philipus Parinussa untuk mengerjakan proyek tersebut.
Selanjutnya, Marthen bekerjasama dengan saksi Welmon Rikumahu. Sehingga Welmon yang melakukan pekerjaan di lapangan.

Dari keseluruhan anggaran yang dicairkan oleh Sijane sebesar Rp 2 miliar lebih, kemudian Sijane menyerahkan Rp 1 miliar lebih kepada Marthen, yang selanjutnya diserahkan kepada Welmon. (SAD)

Comment