by

Jaksa Pastikan Tuntaskan Kasus Irigasi Sariputih

Ambon, BKA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tengah (Malteng), memastikan akan menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi Irigasi di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Kobi, pada 2020 ini.

Kasi Pidsus Kejari Malteng, Asmin Hamja, mengatakan, berkas kasus dugaan korupsi yang terjadi 2017 lalu yang melibatkan uang negara sebesar Rp 2 miliar lebih itu, sedang diaudit oleh BPKP.

Meski masih dalam tahap audit, Asmin yakin kalau berkas perkara ini pasti sudah dilimpah ke Pengadilan Tipikor Ambon untuk kepentingan persidangan, pada tahun ini.

“Jadi berkas perkara irigasi ini sudah lengkap, tinggal kita limpah saja kalau sudah ada hasil audit yang dikantongi resmi dari BPKP,” ungkap Asmin, Jumat (23/10).

Menurutnya, jangankan berkas perkara lengkap, berkas dakwaan untuk kelima tersangka, yakni, Ahmad Litiloly selaku PPTK, Markus Tahya selaku pembantu PPTK, Yonas Riuwpassa selaku Dirut CV Surya Mas Abadi, Benjamin Liando selaku kontraktor atau peminjam perusahan, serta Megy Samson selaku KPA, sudah disusun oleh JPU.

“Kita, penyidik. Kita juga bertindak JPU. Jadi semuanya sudah lengkap. Pokonya tunggu saja. Kalau sudah diserahkan, maka perkara ini langsung sidang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Penyidikan kasus dugaan korupsi Irigasih di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), tahun 2017 senilai Rp 2 miliar lebih hampir rampung.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Malteng, Asmin Hamja, berkas perkara lima tersangka sudah dinyatakan lengkap dan sudah dilakukan Tahap II ke JPU untuk diteliti. Namun masih kurang satu alat bukti, yakni, hasil audit nilai kerugian keungan negara dari BPKP Perwakilan Maluku dan Malut.

“Satu alat bukti lagi, yaitu, hasil audit. Itu saja yang masih menjadi kendala kami di bagian pidsus Kejari Malteng,” ungkap Asmin, ketika ditemui di halaman kantor Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (9/10).

Jika hasil audit sudah dikantongi tim penyidik, maka sudah pastinya, persidangan perkara ini tidak lama lagi digelar di Pengadilan Tipikor Ambon.

Menurutnya, bukti hasil audit perkara dugaan korupsi sangat penting. Karena ditakutkan, kalau JPU tidak mengantongi hasil audit, dipembuktian persidangan nanti, dakwaan jaksa bisa kabur.

“Kalau belum ada hasil audit, kita mau sidang bagaimana. Disisi lain, saya juga takut disalahi pimpinan. Jadi pada prinsipnya, itu (hasil audit),” katanya.

Mantan kasi pidsus Kejari SBT ini melanjutkan, dalam penyidikan yang dikantongi, proyek pekerjaan Irigasi Sariputih fisiknya memang ada di lapangan, namun pekerjaan itu dikerjakan tidak sesuai dengan kontrak.

Mengakibatkan, hasil temuan dari ahli, ada campuran bahan untuk pengecoran tidak sesuai. Misalnya, semen dan pasir terlalu mudah.

“Itu kan saluran bendungan toh, proyek ini kan ada bendungan yang dibangun BWS juga, tapi terpecah-pecah. Tapi khsus untuk Irigasih yang dibangun Dinas PU Provinsi, anggarannya Rp 2 miliar. Mereka membangun berbentuk huruf T. Tapi ternyata tidak sesuai kontrak,” beber dia.

Dari anggaran Rp. 2 miliar itu, ada anggaran sekitar Rp 800 juta lebih yang disalahgunakan, sesuai hitungan ahli dilapangan.

Dia mengaku, ke lima tersangka ini diancam melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3, jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999, jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHP.(SAD).

Comment