by

Jaksa Periksa Saksi di Korupsi ADD Sirisori Islam

AMBON-BKA, Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Saparua, kembali menggarap sejumlah saksi dalam perkara dugaan korupsi ADD dan DD Sirisori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Kacabjari Saparua, Ardy, mengatakan, sejumlah saksi telah diperiksa dalam kasus dugaan korupsi ADD dan DD Sirisori Islam.

“Ada sejumlah saksi digarap belum lama ini. Pemeriksaan ini untuk membuat terang suatu tindak pidana,” ujar Ardy, Senin (2/8).

Kata dia, jika dalam pemeriksaan nanti, penyidik masih membutuhkan keterangan saksi lain, maka akan dijadwalkan lagi.

“Semua pentahapan penyidikan akan kita lakukan dan ekspos di publik, ikuti saja,” tandasnya.
Sebelumnya, Kacabjari Saparua, Ardy, mengatakan, bukti korupsi dalam perkara dugaan korupsi ADD dan DD Sirisori Islam terus dirampungkan.

“Kita sedang rampung bukti-bukti korupsi dalam perkara ini. Bisa saja, ke depan, agenda pemeriksaan saksi-saksi berjalan lagi,” jelas Ardy, belum lama ini.
Menurutnya, dalam kasus ini, terindikasi kuat, adanya perbuatan penyimpangan yang dilakukan oknum-oknum tertentu.

“Indikasi kuat adanya perbuatan melawan hukum. Hanya saja, itu merupakan materi sehingga nanti baru diekspos terang benderang, jika sudah ada penetapan tersangka,” tandasnya.
Kepala Cabang Kejari Ambon di Saparua, Ardy mengatakan, naiknya status kasus ini ke tahap penyidikan, setelah tim penyidik menemukan adanya berbagai penyimpangan dalam pengelolaan anggaran tahun 2018 senilai Rp 1,5 miliar lebih ini.

Menurutnya, berdasarkan ekspos perkara pada Jumat 18 Juni 2021 pekan kemarin,tim penyidik berkesimpulan telah terjadi penyalahgunaan ADD dan DD Sirisori Islam. Sehingga statusnya berubah ke penyidikan.

Baca: Hartanto Hutomo Diminta Serahkan Diri

“Untuk perkara dugaan korupsi ADD-DD Sirisori Islam,berdasarkn hasil ekspose Jumat pekan kemarin, statusnya naik ke tahap penyidikan,”jelas Ardy melalui selulernya, Senin (21/6).
Sekedar tahu saja, Kejaksaan Cabang Negeri Saparua diam-diam mengusut kasus dugaan korupsi penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2018 senilai Rp 1,5 miliar lebih, di Negeri Sirisori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Kacabjari Saparua, Ardy, mengatakan, pengusutan dugaan korupsi ADD dan DD tersebut dilakukan setelah menerima laporan dari sejumlah masyarakat.

Dari laporan itu menyebutkan, ada indikasi terjadi perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan ADD dan DD tahun 2018 di desa tersebut.

“Jadi kita menerima laporan dari masyarakat. Saat ini kita sedang pengumpulan Data (Puldata),” ungkap Ardy kepada BeritaKota Ambon, Minggu, 27 Desember 2019 lalu.

Saat ini, ungkapnya, kasus ini secara resmi sudah ditangani pihaknya. Namun untuk mencari data-data pendukung, perlu dilakukan penelusuran secara mendalam di masyarakat.

“Mereka lapor itu dengan data-data umum. Misalnya mereka bilang ada uang sekian yang disalahgunakan. Tapi tidak melampirkan bukti-bukti, seperti Laporan Pertanggungjawaban dan sebagainya,” jelas Ardy.

Walau begitu, hal itu tidak mengurungkan niatnya untuk mencari bukti-bukti kasus dugaan korupsi ADD dan DD tersebut.

“Tapi tetap kita cari data-data dan fakta lain. Karena memang indikasi banyak proyek yang mark-up, fiktif dan lain-lain,” jelasnya.

Sebagai aparat penegak hukum, dirinya tetap berdiri pada koredor hukum. Sehingga dalam memberantas korupsi di wilayah hukumnya, terkesan tidak ada tebang pilih.

“Pokoknya saya pastikan tidak main-main dalam memberantas korupsi. Kalau ada masyarakat yang lapor. Ya tugas kita untuk mengusut. Dan kalau terbukti, maka dihukum sesuai Undang-undang yang berlaku,” pungkasnya. (SAD)

Comment