by

Jaksa Rampung Berkas Korupsi ADD Rarat

Ambon, BKA- Setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, kita tim penyidik Kejaksaan Cabang Negeri Seram Bagian Timur (SBT) di Geser mulai merampungkan berkas perkara dugaan korupsi ADD dan DD Rarat, Kecamatan Gorom Timur, Kabupaten SBT tahun 2017, 2018 dan 2019.

Kepala Cabang Kejari SBT di Geser, Eckhart Palapia mengatakan, tim penyidik Kecabjari Geser saat ini sedang merampungkan berkas perkara ADD dan DD tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana keterangan saksi-saksi yang telah dimintai keterangan dalam perkara ini.
“Kan harus kita rampungkan keterangan saksi baru bisa kita ambil sikap lah. Kira-kira modus-modus korupsinya apa-apa saja begitu,” ujar Palapia, Minggu (2/5).

Dia mengaku, dari penyidikan kasus ini, tim penyidik sudah memeriksa 20 orang lebih.
“Ada dua puluhan saksi yang kita periksa. Nah. Keterangan mereka sedang kita pelajari,” jelasnya.

Mantan Kasi Intel Kejari Saumlaki ini mengaku, setiap rentetan penyidikan dalam perkara ini tetap disampaikan ke klalayak ramai. Hanya saja, untuk saat ini penyidik masih fokus melakukan perampungan berkas sehingga publik diminta bersabar.

“Sabar saja, kalau sudah kita ekspos, pasti kita sampaikan ke publik,” tandasnya.

Sebelumnya,Kepala Cabang Kejari SBT di Geser, Eckhart Palapia mengatakan, kasus tersebut, telah masuk dalam tahap penyidikan. Ada tiga tahun anggaran yang menjadi masalah. Yakni, tahun 2017, 2018, dan 2019.

“Ia. Kasus ini sudah naik penyidikan. ADD dan DD tahun 2017,2018,2019. Jumlah nilainya ratusan juta rupiah,” ucap Palapia.

Ia menyebut, dari rangkaian penyelidikan hingga dinaikan status ke tahap penyidikan, penyidik menemukan adanya berbagai macam penyimpangan. Mulai dari bantuan bahan bangunan kepada masyarakat dan sejumlah kegiatan Desa yang didapati fiktif.
“Sejumlah saksi sudah diperiksa. Pejabat Desa, dan perangkatnya juga, termasuk saksi lainnya. Kita harapkan, secepatnya segera dilimpahkan,” akui dia.

Palapia mengaku, dari tiga tahun anggaran itu, masing-masing Dana Desa yang diterima Desa Administrasi Larat menerima hampir Rp. 1 miliar tiap tahunnya.
“Belum ada tersangka. Tapi sudah penyidikan. Pastikan dalam waktu dekat kita ekspos, ” tandas Palapia.(SAD)

Comment