by

Jaksa Rampung Bukti Korupsi Bandara Banda Neira

AMBON-BKA, Penyidik mulai merampungkan berkas perkara dugaan korupsi pembangunan Bandara Banda Neira.

Kacabjari Banda Neira, Ardian Junaedi, mengatakan, langkah itu dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan sejumlah saksi fakta, yang namanya masuk dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus dugaan korupsi tersebut.

“Kita masih dalam perampungan dulu. Artinya, temuan bukti penyelidikan sudah kita kantongi, dan saat ini kita pelajari dulu, apakah ada indikasi tindak pidana atau penyimpangan yang dilakukan pihak lain atau tidak,” terang Ardian, via handphone Selasa (27/7).

Kalau berbicara di luar konteks kasus tersebut, katanya, jika penyelidikan suatu kasus dibuka kembali, tentu ada indikasi kuat kalau perbuatan penyimpangan atau korupsi masih ada yang belum diungkap penyidik secara tuntas.

“Tapi ini kan dalam luar materi. Tapi bagi saya, bukti kasus ini kuat untuk dinaikan ke sidik atau penyidikan,” jelasnya.

Untuk itu, tambah dia, jika dalam perampungan berkas sudah selesai dilakukan, maka pasti kejaksaan akan menggelar perkara untuk mengekspos kasus itu.

“Tunggu kita ekspos saja. Dalam waktu dekat sudah kita ekspos,” tandasnya.

Sebelumnya, tim penyelidik Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Banda Neira, terus berupaya membongkar kasus dugaan korupsi Pekerjaan Pemenuhan Standart Runway Strip Bandar Udara Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Baca: Kejari Minta BPKP Hitung Kerugian Kasus MTQ Bursel

Setelah dua terpidana yang dijerat dalam kasus ini, Sijane Nanlohy dan Marthen Philipus Parinussa, serta pelaksana proyek, Welmon Rikumahu, diperiksa beberapa hari lalu, jaksa penyelidik kembali menggarap mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bandara Banda Neira, Pertrus Marina.

Kepala Cabang Kejari Ambon di Banda Neira, Ardian Junaedi, mengatakan, Petrus Marina diperiksa dalam kapasitas selaku PPK proyek Bandara Banda Neira.

“Saksi diperiksa sejak pukul 11.00 Wit-15.00 WIT. Dia diperiksa jaksa penyelidik Eko Nugroho di ruang pidsus Kejari Ambon,” jelas Ardian, Kamis (15/7).

Menurutnya, dari sejumlah pertanyaan yang diajukan kepada saksi yang kini menjabat Kepala Seksi di Bandara Makassar ini, semuanya seputaran tugas dan tanggungjawabnya selaku PPK Proyek Bandara Banda Neira.

“Saksi dicecar dengan puluhan pertanyaan,” imbuhnya.

Menurut jaksa dengan pangkat satu bunga melati ini, pemeriksaan terhadap perkara Bandara Banda Neira terus berlangsung. Sebab ada indikasi kuat, kasus ini akan ditingkatkan ke penyidikan.

“Dalam penyelidikan ini, kita masih periksa sejumlah saksi. Pada intinya bukti-bukti kita kuat untuk menaikan status kasus ini penyidikan (sidik),” tandasnya.

Data yang dihimpin Beritakota Ambon, proyek yang dikerjakan tahun 2014 lalu ini, total anggarannya sebesar Rp 2 miliar lebih, yang dikerjakan PT Parama Andika Raya milik terpidana Sijane Nanlohy.

Akan tetapi, dalam realisasi pekerjaan, terpidana Sijane, menyuruh terpidana Marthen Philipus Parinussa untuk mengerjakan proyek tersebut.

Baca: Pasutri Pembunuh Bocah Ajukan Banding

Selanjutnya, Parinussa bekerjasama dengan saksi Welmon Rikumahu. Kemudian dalam pekerjaan di lapangan, yang turun dan bekerja di lapangan adalah Welmon Rikumahu.
Sehingga dari duit negara Rp.2 miliar lebih itu, dicairkan melalui Sijane Nanlohy sebagai Direktris perusahan. Kemudian Sijane menyerahkan uang sebesar Rp.1 miliar lebih kepada Marthen Parinusaa, selanjutnya Parinussa menyerahkan sebagaian kepada saksi Welmon.

Dalam kasus ini, kejaksaan Cabang Negeri Ambon di Banda Neira akan terus menggali bukti-bukti akurat dari sejumlah saksi. Pasalnya, kasus ini belum diungkap tuntas sejak mantan kepala Cabang yang lama.(SAD)

Comment