by

Jaksa Segera Tetapkan Tersangka ADD Rarat

Setelah mengantongi dua alat bukti yang cukup, dalam waktu dekat, tim penyidik Kejaksaan Cabang Negeri Seram Bagian Timur (SBT) di Geser, di bawa komando Eckhart Palapia, akan menggelar ekspos penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi ADD dan DD Rarat, Kecamatan Gorom Timur, Kabupaten SBT.

“Tunggu saja, dalam waktu dekat, sudah kita gelar untuk penetapan tersangka,” ungkap kepala Cabang Kejari SBT di Geser, Eckhart Palapia kepada Beritakota Ambon, Rabu kemarin.

Kata dia, penetapan tersangka itu dilakukan lantaran penyidik sudah mengantongi bukti permulaan yang cukup.

“Karena penyidik sudah punya bukti kuat, terutama, keterangan saksi dan barang bukti, sehingga dilakukan gelar,” tegas Palapia.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Cabang Kejari SBT di Geser, intens dalam penyidikan kasus ini, bahkan sudah sekitar 20 saksi yang diperiksa dalam kasus ini.

Pemeriksaan dilakukan, kata dia, untuk mengetahui tindak pidana korupsi ini secara terang benderang.

“Sejak kita ekspos dari tahap penyelidikan ke penyidikan, penyidik sudah periksa 20 saksi. Pemeriksaan saksi ini untuk mencari peristiwa tindak pidana ini secara terang benderang,” tandas Palapia, Minggu, 25 April 2021 lalu.

Diketahui, kasus tersebut, telah masuk dalam tahap penyidikan. Ada tiga tahun anggaran yang menjadi masalah. Yakni, tahun 2017, 2018, dan 2019.
” Kasus ini sudah naik penyidikan. ADD dan DD tahun 2017,2018,2019. Jumlah nilainya ratusan juta rupiah,” ujar Eckhart Palapia belum lama ini.

Palapia menyebut, dari rangkaian penyelidikan hingga dinaikan status ke tahap penyidikan, penyidik menemukan adanya berbagai macam penyimpangan.

Mulai dari bantuan bahan bangunan kepada masyarakat dan sejumlah kegiatan Desa yang didapati fiktif.
“Sejumlah saksi sudah diperiksa. Pejabat Desa, dan perangkatnya juga, termasuk saksi lainnya. Kita harapkan, secepatnya segera dilimpahkan,” akui dia.

Mantan Kasi Intel Kejari Saumlaki ini mengaku, dari tiga tahun anggaran itu, masing-masing Dana Desa yang diterima Desa Administrasi Larat hampir Rp. 1 miliar tiap tahun.(SAD)

Comment