by

Jaksa Serahkan Uang Korupsi Sekda ke Pengadilan

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, membawa uang hasil korupsi sebanyak Rp.2 miliar lebih bersama sejumlah dokumen yang digunakan sebagai barang bukti dari tersangka mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, Ahmad Assagaf dan mantan Bendahara Buru La Joni, yang ditetapkan dalam kasus dugaan korupsi uang makan minum Sekertariat Daerah (Setda) Buru, ke Pengadilan Tipikor pada Penghadilan Negeri Ambon, Kamis (27/8).

Kepala Seksi Penuntutan Kejati Maluku, Achmad Attamimi kepada Wartawan mengatakan, uang senilai Rp.2 miliar lebih merupakan barang bukti yang disita dari penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku kemudian diserahkan ke JPU untuk dijadikan sebagai barang bukti dalam perkara ini.

Menurut Attamimi, kedatangan JPU ke Pengadilan Tipikor Ambon untuk melakukan pelimpahan berkas perkara kedua tersangka yakni mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, Ahmad Assagaf dan mantan Bendahara Buru, La Joni.

“Jadi hari ini kita limpah berkas kedua tersangka, barang bukti yang ada antaranya uang sebanyak Rp.2 miliar lebih dan dokumen-dokumen yakni SPP-SPM- UP- SP2D- UP Tahun anggaran 2016-2017 dan 2018,” jelas Attamimi usai melakukan pelimpahan berkas di depan Halaman kantor PN Ambon.

Setelah melakukan limpahan berkas perkara, lanjut mantan Kasi Pidum Kejari Ambon itu, JPU selanjutnya menunggu agenda persidangan yang ditentukan Pengadilan Tipikor Ambon.

“Karena hari ini kita sudah limpah jadi, selanjutnya tinggal tunggu jadwal sidang saja,” tandas jaksa dengan dua balok emas di pundak itu.

Sebelumnya diberitakan, JPU Kejaksaan Tinggi Maluku, mulai penyusun berkas dakwaan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, Ahmad Assagaff, dan Mantan bendahara Setda Buru, La Joni.

Berkas dakwaan kedua tersangka disusun untuk kepentingan persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon nanti.

“Biasanya kalau di terima berkas tahap II dari penyidik, tim JPU yang menangani kasus tersebut akan menyusun dakwaan kedua tersangka,” ujar Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, Minggu (2/8).

Untuk diketahui, penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku resmi melimpahkan berkas dan tersangka dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, Maluku, Ahmad Assagaff, dan Mantan bendahara Setda Buru, La Joni ke Jaksa Penuntut Umum Kejati Maluku setelah dinyatakan lengkap atau tahap II.

Hal ini disampaikan langsung, Direktur Kriminal Khusus ( Dirkrimsus) Polda Maluku, Kombes Pol Eko Santoso, Rabu (29/7).

Menurut Santoso, Barang bukti yang diserahkan, berupa uang tunai Rp. 2.216.300.000.- dengan proses Pengambilan dari tempat Penitipan di Bank Indonesia dan di serahkan kepada Jaksa Penuntut Umum melalui Rekening Penampungan Kejati Maluku di Bank Mandiri dan Penyerahan Dokumen Keuangan berlangsung di Kejati Maluku.

“Sementara untuk tersangka sendiri, dilaksanakan Proses Penyerahan tersangka di Kejari Namlea yang diterima Jaksa Achmad Attamimi, selaku kasi Penuntutan Kajati Maluku dilakukan Penahanan terhadap tersangka Ahmad Assagaf dan La Joni Ali,” Ungkap Kombes Pol Eko Santoso.

Dia menjelaskan, dalam kasus ini, penetapan Ahmad Assagaff dan La Joni sebagai tersangka dilakukan penyidik, usai acara gelar perkara yang dihadiri oleh pengawas internal (Irwasda) dan Propam.

“Hasilnya memang telah terjadi tindak pidana korupsi, dan berdasarkan alat bukti maka keduanya ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua pejabat tersebut terancam dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-undang RI ayat 31 Tahun 1999 junto Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (SAD)

 

Comment