by

Jaksa Seret Ismail Duduk di Kursi Pesakitan

beritakotaambon.com – Ismail Rumaday, mantan Kepala Pemerintahan Negeri Administratif Kilga Watubau, Kecamatan Kian Darat, Kabupaten SBT, akhirnya duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Ambon, Selasa (26/10).

Ismail dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari SBT, Rido Sampe, bersalah dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2016 senilai Rp.700 juta lebih.

Sidang perdana dengan agenda mendengar dakwaan JPU Kejari SBT tersebut dipimpin Ketua Majelis Makim, Cristina Tetelepta. Sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Herberth Dadiara.

Baca juga: Kasus DD dan ADD Warloy Kandas di Kejari Aru

JPU dalam berkas dakwaannya menyebut, tidak pidana yang dilakukan terdakwa dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2016 senilai Rp 700 juta lebih.

Awalnya, dalam proses pencairan ADD dan DD tahun 2016, terdakwa melakukan manipulasi tandatangan perangkat desa serta membuat markp up harga barang, untuk dimasukan dalam data-data pendukung untuk proses pencairan APBDes, RAB, SPP (surat perintah pembayaran).

JPU menyebut, pada saat pencairan uang tersebut, terdakwa menyuruh saksi Jasmia Rumadedey bersama-sama ke bank untuk melakukan pencairan. Setelah itu, saksi Jasmia menyerahkan semua uang ADD dan DD kepada terdakwa.

“Terdakwa dalam mengelola ADD dan DD tidak transparan. Buktinya, ada sebagian pekerjaan fisik dalam desa yang di mark-up dan sebagian fiktif,” jelas JPU.

Baca juga: Tokoh Adat Dukung Pengusutan Korupsi ADD Hulaliu

Akibat dari perbuatan itu, terdakwa tidak dapat melakukan bukti pertanggungjawaban secara baik dan benar. Akhirnya terjadi kerugian keuangan negara sebesar Rp 290 juta.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana didakwa melanggar pasal 2 dan pasal 3 ayat (1) dan pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” ungkap JPU dalam berkas dakwannya.

Usai mendengarkan dakwaan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi fakta.(SAD)

Baca juga: Polisi Belum Tetapkan Tersangka Korupsi CBP Tual

Comment