by

Jaksa Siap Periksa Bupati Bursel

Jika ditemukan bukti, Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru siap memeriksa Bupati Buru Selatan (Bursel), Tagop Sudarsono Soulisa, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana pelaksanaan MTQ XXVII tingkat Provinsi Maluku, di Namrole, Kabupaten Bursel tahun 2017.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buru, Muhtadi menyebutkan, tidak terpengaruh terkait penanganan perkara ini dengan demo di kota Ambon beberapa waktu lalu. Namun bila nanti penyidik membutuhkan keterangan Tagop selaku Bupati, maka yang bersangkutan akan dipanggil.

“Iya, itu dugaan-dugaan yang terjadi diluar, kita tidak terpengaruh. Namun, apa yang kita lakukan sekali lagi tidak menutup pintu. Tidak menutup jalan apabila ditemukan alat bukti untuk siapa saja. Alat bukti untuk siapa saja yang harus bertanggung jawab,” tegas Muhtadi, kepada BeritaKota Ambon, Selasa (15/6).

Menurut dia, semua kasus yang sedang ditangani Kejari Buru mendapatkan perlakukan yang sama. Dan dan setiap perkara, pihaknya mencari orang yang bertanggung jawab ketika terjadi dugaan tindak pidana korupsi.

“Kebijakan sama, kita cari orang yang paling bertanggung jawab, siapa yang paling bertanggung jawab di kasus-kasus itu. Itu yang kita cari dan diminta pertanggung jawabannya,” ucap dia.

Dijelaskan, dalam penyidikan perkara MTQ di Bursel, ada beberapa bidang yang ditangani. Sementara bidang yang sedang ditangani itu, yakni bidang sarana dan prasarana. Sebab, anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 27 miliar itu, sekitar Rp 16 miliar berada di bidang sarana dan prasarana.

“Untuk kasus MTQ ini terus berjalan kita tangani. Kemudian di bidang sarana dan prasarana ini item pekerjaan banyak, vendornya banyak. Nah ini yang kita sisir satu per satu kegiatan, agar yang sudah ditangani ini bisa berjalan atau yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tiga orang bisa berjalan,” bebernya.

Disinggung terkait kepastian kapan Iskandar Walla selaku Sekda Bursel akan diperiksa, Muhtadi menyebutkan, masih dikoordinasikan. Karena bila ada keterangan seseorang itu dikatakan sakit, maka jaksa akan melakukan pemanggilan secara patut.

“Untuk sekda belum (diperiksa). Beberapa kali yang bersangkutan sudah kita koordinasikan, karena juga ada surat keterangan dari yang bersangkutan baru selesai pemeriksaan jantung. Untuk kasus MTQ sedang kita jadwalkan kembali pemeriksaan terhadap Iskandar Walla,” ucapnya.

“Apalagi bukan sakit yang biasa, maka kita akan koordinasikan dengan yang bersangkutan dan kita akan siapkan dokter saat pemeriksaan karena sebelum diperiksa dicek dulu kesehatannya,” tambah dia.

Muhtadi juga menjelaskan, kasus MTQ masih terus berjalan dan sedang ditangani. Telah berkoordinasi juga dengan BPK Perwakilan Maluku untuk perhitungan kerugian negara yang nanti dilakukan oleh auditor utama investigasi BPK RI.

Diberikan sebelumnya, belasan pemuda yang tergabung dalam Jaringan Aksi Solidaritas Membela Rakyat (Jas Merah) dan Aliansi Poros Pemuda Satu (P21), kembali menggelar demonstrasi, di kantor Kejati Maluku, Kamis (10/6).

Mereka mendesak Kejati Maluku untuk menangkap Bupati Buru Selatan, Tagop S. Soulissa, dan Sekda Buru Selatan, Iskandar Walla. Karena diduga telah melakukan perbuatan korupsi terhadap anggaran daerah, sehingga berdampak mandeknya pembangunan di kabupaten itu.

Tangkap dan penjarakan Bupati dan Sekda Bursel. Keduanya ini harus bertanggungjawab atas uang-uang daerah kami di sana (Bursel). Sebab sampai kini, kita tidak pernah melihat adanya pembangunan signifikan di daerah Bursel. Hal ini diduga dilatarbelakangi karena adanya praktek korupsi yang sudah terstruktur dan sistematis di dalam birokrasi pemerintah Bursel, ungkap Korlap, Muhamad Nasir Mahu.
Hal yang krusial, lanjut Mahu, ada anggaran MTQ tahun 2017 senilai Rp 22 miliar, yang pertanggung jawabannya tidak transparan oleh Sekda Bursel dan Bupati Bursel.
Makanya kita datang disini meminta agar Kejati segera mengusut kasus ini. Sebab tidak mungkin perbuatan yang dilakukan hanya melibatkan satu orang. Namun ini sudah menjadi konspirasi antara satu dan dua orang, bahkan kelompok elit tertentu di Bursel, sebutnya. (MSR)

Comment