by

Jaksa Sita Uang Korupsi ADD Haria

Ambon, BKA- Tim penyidik Cabang Kejari Ambon di Saparua, berhasil menyita uang hasil korupsi sebesar Rp.18 juta, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi, ADD dan DD Haria, Kecamatan Saparua, Maluku Tengah.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Saparua, Ardy mengatakan, beberapa pekan pekamrin, tim penyidik mengamankan uang sebesar Rp.18 juta.

“Uang ini diduga bersumber dari ADD dan DD Negeri Haria yang kini dalam penyidikan jaksa,” ujar Ardy, Jumat (12/3).
Kata dia, penyidikan perkara yang diduga merugikan uang negara sebesar Rp. 2 miliar lebih ini, penyidik akan berkoordinasi dengan ahli untuk menghitung fisik bangunan.

“Saya akan berkoordinasi dengan ahli dalam perkara ini. Dan saat ini, penyidik baru saja memeriksa puluhan saksi pasca kasus tersebut naik tahap penyidikan,” tandasnya.
Sekedar tahu saja, ADD dan DD ini terjadi penyalahgunaan berkisar miliaran dari jumlah anggaran yang di kucurkan Pemerintah Tahun 2018 sebesar Rp.2 miliar lebih.

“Jadi kita sudah periksa beberapa pihak terkait, ini kan masih penyelidikan awal jadi kita belum bisa buka-bukaan,” ungkap Kacabjari Saparua Ardy di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (23/9/2020) lalu.

Kata dia, pengusutan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat setempat, dari laporan itu, ada sejumlah laporan pertanggungjawaban item-item pembangunan dalam desa dilakukan mark up.

Misalnya saja,pekerjaan lapangan Voly, pekerjaan jalan di lingkungan, pembangunan PAUD,Jambanisasi, Rumah layak Huni, dan pemberdayaan.
“Semua item-item pekerjaan itu diduga di Mark-up,” jelasnya.

Terpisah, menurut sumber jaksa, kasus ini diduga orang paling mengetahui langsung itu, Raja, Sekertaris dan Bendahara Negeri Haria.

Namun untuk memastikan itu, harus dilakukan serangkaian penyelidikan, hal ini penting untuk mengetahui titik terang dari pengusutan kasus ini.

“Raja Negeri Haria Jacob Maikel Manuhutu, Sekertaris Leo Manuhutu dan Bendahara Yosep Souhoka diduga orang yang lebih mengetahui terkait anggaran ADD dan DD ini, karena ketiganya mengelola uang miliaran ini,” pungkas sumber itu.(SAD)

Comment