by

Jaksa Susun Dakwaan 24 Tersangka Tudingan Santet

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari SBB, saat ini sedang menyusun berkas dakwaan 24 tersangka yang terlibat dalam kasus tudingan santet.

Kasi Pidum Kejari SBB, Junita Sahetapy mengatakan, 24 tersangka ini sedang dilakukan penyusunan berkas dakwaan karena baru saja menerima berkas tahap II dari penyidik Satreskrim Polres SBB.

“Kita saat ini masih susun dakwaan 24 tersangka. Muda-mudahan dalam waktu dekat kita sudah sidangkan di Pengadilan,” jelas Junita ketika di hubungi melalui selulernya, Selasa kemarin.
Kata dia, jika berkas perkara ini dilimpahkan ke Pengadilan, maka tidak lama lagi, 24 tersangka akan naik ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. “Pada prinsipnya tunggu saja persidangan berlangsung, kita juga sedang percepat untuk limpah ke pengadilan,” tandas dia.
Sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Seram Bagian Barat (SBB) melakukan tahap II atas kasus tudingan santet yang menyeret 24 tersangka ini ke JPU Kejari SBB, Selasa (8/12).

Dalam tahap II yang dilakukan, penyidik menyerahkan berkas perkara dan juga 20 tersangka, sementara 4 tersangka tidak di tahan karena masih dibawah umur.

“Dari total 24 tersangka, kita hanya serahkan 20 tersangka, karena 4 orang masih dibawah umur sehingga tidak ditahan, mereka diserahkan bersama-sama dengan barang bukti yang diamankan penyidik,” ungkap Kasat Reskrim Polres SBB, Iptu Pieter Matahelumual kepada koran ini, Selasa kemarin.

Kapolres Seram Bagian Barat (SBB),AKBP. Bayu Tarida Butar Butar didampingi Kasat Reskrim Polres SBB, Iptu Pieter Matahelumual merincikan, 24 tersangka tersebut masing-masing, CT dan RT, yang di jerat dalam kasus pengrusakan rumah milik Suzana Nikolebu warga Desa Lohiatala. Sedangkan untuk kasus pembakaran rumah milik korban Piter Touwely tersangka sebanyak delapan orang yakni, BR, GKR, AS, YAT, ST, BT, PN, PM. Sementara untuk kasus pengrusakan dan pembakaran rumah milik korban Godlief Sardely, dilakukan 14 orang tersangka, yakni, PT, CT, FR, FN, YL, PK, MM, RT, DM, AS, YAT (anak), AL( anak), GM (anak), YM (anak).

Pasal yang dijerat masing-masing, tambah dia, tindak pidana pengrusakan dikenakan pasal 170 ayat (1) jo pasal 406 KUHP jo Pasal 55 KUHP ancaman hukuman 5 tahun. Tindak pidana pembakaran dikenakan pasal 187 KUHP, 170 KUHP jo pasal 406 KUHP jo pasal 55 KUHP ancaman hukuman 12 tahun.

Dan tindak pidana pengancaman dengan senjata tajam dikenakan pasal 335 KUHP jo pasal 2 ayat UU Darurat No. 12 tahun 1951 ancaman hukuman dengan hukum 12 tahun penjara.

“Jadi sekali lagi total tersangka ada 24 orang. Sementara 20 tersangka sudah ditahan, sedangkan 4 tersangka masih diawah umur, sehingga tidak ditahan,” pungkasnya. (SAD)\

Comment