by

Jaksa Susun Dakwaan Bandar Narkoba

Setelah berkas perkara bandar narkoba inisial AHB alias R alias PE, dilakukan tahap II oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku,ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Kini, jaksa penuntut umum mulai melakukan penyusunan dakwaan bandar narkoba yang ditangkap di Kota Tual pada Kamis 11 Maret 2021 lalu itu.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi mengatakan, untuk berkas perkara ini, BNNP Maluku telah melakukan tahap II sejak Kamis pekan kemarin. “Berkasnya sudah tahap II oleh BNNP ke penuntut umum Kejati,” ungkap Wahyudi, Senin kemarin.

Menurutnya, saat ini, berkas perkara bandar narkoba ini, sedang dilakukan penyusunan berkas dakwaan untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Ambon untuk kepentingan persidangan.

“Rencana berkas perkara ini, pekan ini, Penuntut umum limpah ke PN untuk kepentingan sidang,” tandasnya.

Sebelumnya, tim Gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Maluku, BNN Kota Tual dan Polres Maluku Tenggara meringkus Bandar Narkoba berinisial AHB alias R alias PE, Kamis, 11 Maret 2021 lalu.

Bandar narkoba ini diringkus saat sedang melakukan transaksi satu paket narkotika jenis sabu di JL. Watdek, Kabupaten Maluku Tenggara.

Kepala BNN Provinsi Maluku, Brigjen MZ. Muttaqien menjelaskan, penangkapan bandar narkoba berawal dari informasi dari masyarakat.

“Setelah mendapatkan laporan informasi dari masyarakat terkait maraknya dugaan peredaran narkotika di Kota Tual-Maluku Tenggara, maka pada Kamis 11 Maret 2021, tim gabungan melakukan penyelidikan, sehingga berhasil menangkap target bandar yang sedang melakukan transaksi di depan Rama Indah Jln. Watdek Maluku -Tenggara, dengan BB berupa 1 paket narkotika jenis sabu beserta sepeda motor yang di gunakan TO (target operasi),”terangnya melalui rilis resmi BNNP Maluku Jumat, 12 Maret 2021 lalu.

Saat ditangkap, lanjut Muttaqien, tim gabungan langsung mengamankan barang bukti bandar narkoba tersebut di rumahnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan ini diantaranya, 1 unit brankas yang di dalamnya 1 paket narkotika dalam plastik bening ukuran besar dan uang sejumlah Rp. 11.000.000, 10 paket narkotika dalam plastik bening ukuran kecil, 1 buah timbangan digital, 4 unit Hp, 4 buah alat hisap shabu (bong), 1 lembar kartu BNI, 1 buah alat penghancur sabu, 3 lembar uang palsu pecahan Rp. 100.000 dan 2 unit HT. (SAD)

Comment