by

Jaksa Susun Dakwaan Korupsi DD Karlutukara

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Malteng mulai menyusun berkas dakwaan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan Dana Desa (DD) di Negeri Karlutukara, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
Berkas perkara DD Karlutukara dilakukan penyusunan berkas dakwaan karena setelah dinyatakan lengkap oleh penyidik Satreskrim Polres Malteng. Dan dilakukan tahap II ke JPU Kejari Malteng.
“Karena DD Karlutukara dilakukan tahap II lebih dulu, makanya kita sudah susun berkas dakwaannya,” jelas Kasi Pidsus Kejari Malteng, Asmin Hamjah kepada Beritakota Ambon, Selasa (5/1).

Kata dia, untuk kedua Negeri lainnya yakni negeri Pasanea dan Negeri Gale-Gale, hingga kini penyidik belum melakukan tahap II.
“Kemungkinan dalam waktu dekat penyidik sudah lakukan tahap II ke JPU,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kejari Malteng, menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) delapan tersangka dugaan korupsi DD di Negeri Pasanea, Negeri Karlutukara dan Negeri Gale-Gale.
“Kita baru terima SPDP dari Polres Malteng, SPDP itu disertai dengan surat penetapan tersangka,” ungkap Kasi Pidsus Malteng, Asmin Hamja, kepada koran ini, Jumat, (9/10).

Polres Maluku Tengah sebelumnya menetapkan delapan tersangka dugaan korupsi Dana Desa (DD) di Negeri Pasanea, Negeri Karlutukara dan Negeri Gale-Gale.

Penetapan itu dilakukan pada ekspos perkara yang digelar penyidik bersama Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi, Senin 28 September 2020.

Kasus tindak pidana korupsi DD di tiga negeri di Kecamatan Seram Utara Barat itu sudah dilidik Polres Maluku Tengah sejak awal 2019 lalu.
Kedelapan tersangka yang ditetapkan itu, yakni, AW dan IM selaku tersangka dugaan korupsi DD di Negeri Pasanea. MA, HA dan HR selaku tersangka korupsi DD di Negeri Karlutukara. SW, M, dan SA selaku tersangka kasus dugaan korupsi DD di Negeri Gale-Gale.
Dijelaskan, AW dan IM disebut penyidik sebagai orang yang bertanggungjawab terkait korupsi DD Negeri Pasanea tahun 2015 dan 2016, dengan kerugian negara berdasarkan audit investigasi BPKP sebesar Rp 255.910.344.

Sementara ME, HA dan HR diduga melakukan tindak pidana korupsi DD Negeri Karlutukara tahun 2015 dan 2016, dengan total kerugian negara berdasarkan perhitungan kerugian negara oleh BPKP sebesar Rp 215.703.215.

Kemudian SW, M, dan SA ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana korupsi DD Negeri Gale-Gale tahun 2015 dan 2016, yang mengakibatkan kerugian negara berdasarkan hasil audit investigasi kerugian negara oleh BPKP sebesar Rp 268.574.993.(SAD)

Comment