by

Jaksa Teliti Berkas Korupsi ADD Buano Utara

beritakotaambon.com – Jaksa Penuntut Umum, Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat (SBB),mulai meneliti berkas perkara ADD dan DD Buano Utara, Kecamatan Waisala, Kabupaten SBB.

Kasi Pidsus Kejari SBB, Junita Sahetapy, mengatakan, setelah jaksa penuntut umum menerima berkas perkara dari penyidik Polres SBB, kini jaksa mulai meneliti berkas perkara ini.

“Benar, berkas perkara ADD Buano Utara, jaksa penuntut umum sudah menerim berkas tahap I dari penyidik Polres SBB,” ungkap Junita, Selasa (7/9).

Menurutnya, dengan diterimanya berkas perkara ini, jaksa penuntut umum diberi waktu selama 14 hari untuk meneliti berkas.

“Akan kita teliti dalam waktu 14 hari ke depan. Kalau berkasnya sudah selesai diteliti, maka kita limpah kembali ke penyidik beserta petunjuk untuk dilengkapi,” ujar Junita.

Junita berujar, terhadap berkas perkara ini, jaksa akan mempercepat pemeriksaan berkas untuk dilakukan tahap II dari penyidik ke jaksa penuntut umum demi kepentingan sidang.

“Jadi tetap ikuti saja proses yang dilakukan, semoga secepatnya berkas ini dilimpah ke pengadilan untuk naik sidang,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, berkas perkara dua tersangka ADD dan DD Desa Buano Utara, Kecamatan Waisala, Kabupaten SBB, dilakukan tahap I dari penyidik unit tipidkor Satreskrim Polres SBB ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Seram Bagian Barat.

Baca juga: Kasus Jalan Lingkar Wokam Terus Bergulir

Kasat Reskrim Polres Seram Bagian Barat, AKP. Pieter F. Matahelumual, mengatakan, penyidik unit Tipidkor Satuan Reskrim Polres Seram Bagian Barat telah melakukan penyerahan berkas perkara tahap I kasus dugaan Korupsi DD dan ADD Desa Buano Utara Berdasarkan Surat Pengantar Pengiriman Berkas Perkara Nomor : 41 / IX / Res 3.3 / 2021, Rabu 1 september 2021, dengan tersangka masing-masing, AKH dan UT, dari perangkat Desa Buano.
“Berkas perkara dua tersangka yang merupakan unsur perangkat desa ini, sudah kita serahkan berkas tahap I ke Jaksa Penuntut Umum Kejari SBB untuk diteliti,” ungkap Matahelumual, Rabu (1/9).

Menurut Mantan Kapolsek Nusaniwe Ambon ini, kedua tersangka dijerat dalam kasus ini, karena diduga kuat telah melakukan Tindak Pidana Korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) desa Buano Utara Tahun Anggaran 2019.

Menurut Kasat, kedua tersangka disangkakan melanggar pasal 2 dan pasal 3 dan atau Pasal 9 dan atau Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 Sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Kerugian negara berdasarkan perhitungan Inspektorat sebesar Rp. 1.452.991.834,” tandas Kasat. (SAD)

Baca juga: Penjabat Kades Ubung Polisikan Pendemo

Comment