by

Jaksa Teliti Berkas Pemilik 32 Paket Sabu

Ambon, BKA- Berkas dua tersangka pemilik 32 paket Sabu, masing-masing, WM dan EM, tengah diteliti Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon.

Sebelumnya, berkas kedua bandar Narkoba itu telah dirampungkan oleh penyidik Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease.

“Berkasnya kita sudah kirim ke jaksa untuk diteliti,” ungkap Kasat Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, AKP Jufry, kepada BeritaKota Ambon, Minggu (28/2).

Kalau setelah diteliti JPU, katanya, ternyata masih ada berkas yang perlu dilengkapi, maka pihaknya siap untuk melengkapi hal itu.

“Pada prinsipnya kita menunggu petunjuk jaksa. Petunjuk minta keterangan tambahan atau apa, kita siap lengkapi. Itu saja,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ketahuan memasok 32 paket Sabu, dua bandar narkoba, yakni, WM yang merupakan warga Rumatiga dan EM warga Karpan, berhasil diamankan oleh personel Satresnarkoba Polresta Ambon dan Pp Lease.

Kedua bandar ini diamankan, Senin (22/2), setelah memasok 32 paket narkoba jenis Sabu seberat 33,91 gram dari Jakarta ke Kota Ambon, dengan memanfaatkan jasa pengiriman.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Leo Surya Nugraha Simatupang, dalam keterangan persnya di Mapolresta, Selasa (23/2), menjelaskan, kedua bandar ini berhasil diamankan di kawasan Desa Rumatiga, tepatnya di depan Kampus Fakultas Hukum Unpatti.

Dari tangan keduanya, polisi berhasil mengamankan satu paket narkoba jenis Sabu. Dari hasil pengembangan, selanjutnya polisi melakukan pendalaman dengan menginterogasi tersangka, dimana tersangka EM mengaku masih menyimpan sejumlah paket sabu di Mess Pertanian di Desa Rumatiga.

“Jadi awalnya kedua tersangka diamankan dengan membawa barang bukti 1 paket narkoba jenis Sabu. Setelah diinterogasi, ternyata tersangka EM mengaku masih ada paket lain di Mess Pertanian. Anggota kemudian bergerak dan mengamankan 31 paket yang disimpan dalam tas samping milik EM di garasi mobil,” ungkap Kapolresta.

Kapolresta melanjutkan, kedua tersangka ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka ini telah beraksi beberapa kali, sejak tahun 2020 lalu.

“Barangnya diambil dari cawang, Jakarta. Aksinya ini sudah sejak tahun 2020. Jadi tersangka WM bolak balik, ambil barang di Jakarta di bawa ke Ambon mengunakan jasa pengiriman, kemudian dijual, setelah barang habis tersangka kembali lagi untuk membeli,” jelas Kapolresta.

Kedua tersangka diancam dengan pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 tentang narkoba, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. (SAD)

Comment