by

Jaksa Telusuri Bukti Korupsi Sirisori Islam

Ambon BKA- Tim penyidik Kejaksaan Cabang Negeri Ambon di Saparua sedang meneluri bukti-bukti korupsi atas kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2018 senilai Rp.1,5 miliar di Negeri Sirisori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
“Bukti-bukti ada banyak yang kita sedang telusuri,” ungkap Kacabjari Saparua Ardy ketika ditemui koran ini di Pengadilan Tipikor Ambon, Rabu (13/1).
Yang menjadi bukti kuat, lanjut dia, ada mobil Ambulance tiga unit di pertanggungjawaban dalam pelaporan ADD dan DD Sirisori Islam pada tahun 2018. Namun yang ada di kantor negeri hanya satu unit mobil. “Nah, ini yang sedang kita telusuri,” bebernya.
Dia mengaku, sesuai informasi masyarakat, pengakuan raja Sirisori terkait mobil tersebut dibeli dari dana ADD dan DD. Sedangkan pengakuan warga, mobil tersebut adalah bantuan dari pemerintah. “Mobil itu kita juga sedang telusuri datangnnya dari mana, apakah dengan uang ADD dan DD, ataukah bantuan pemerintah. Karena di LPJ itu mobil tiga unit, padahal mobil hanya satu unit. Ini yang kita sedang melakukan penyelidikan,” pungkas jaksa dengan satu bunga melati itu.
Sebelumnya, Kejaksaan Cabang Negeri Saparua diam-diam tengah mengusut kasus dugaan korupsi penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2018 senilai Rp.1,5 miliar lebih di Negeri Sirisori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Kacabjari Saparua, Ardy mengatakan, pengusutan dugaan korupsi ADD dan DD tersebut setelah menerima laporan dari sejumlah masyarakat. Dari laporan menyebutkan kalau ada indikasi terjadi perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan ADD dan DD tahun 2018.
“Jadi kita menerima laporan dari masyarakat. Saat ini kita sedang pengumpulan Data (Puldata),” ungkap Ardy belum lama ini.(SAD)

Comment