by

Jaksa Tunggu Gelar Perkara ADD Haria

Ambon, BKA- Setelah mengantongi bukti-bukti penyelidikan awal terkait kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2018 senilai Rp.2 miliar di Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng),tim jaksa di Kacabjari Saparua akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status kasus tersebut.

Sumber jaksa kepada koran ini mengatakan, dari sejumlah bukti-bukti awal yang dikantongi jaksa penyelidik di tahap penyelidikan, ada bukti yang kuat, sehingga perlu untuk pengusutan kasus ini dilakukan secara terang benderang. “Terang benderang maksudnya adalah, akan digelar perkara untuk dinaikan dari penyelidikan ke penyidikan,” jelas sumber tersebut menolak namanya di korankan, kepada Koran ini, Selasa (3/11).

Kata dia, dari bukti permulaan yang kini dikantongi tim jaksa, ternyata ada indikasi kuat, terjadi tindak pidana dalam pengelolaan anggaran miliaran itu.

“Jadi memang dari bukti yang kita kantongi kuat, kalau kasus ini bisa naik penyidikan. Tapi semua mestinya harus melalui mekanisme gelar perkara atau ekspos,” jelas sumber itu.

Terpisah, Kacabjari Saparua, Ardy yang dikonfirmasi mengatakan, untuk perkara penyelidikan kasus dugaan korupsi ADD dan DD Haria, jaksa kini belum mengagendakan pemeriksaan terhadap Raja Haria, sehingga untuk langkah ekspos masih menunggu pemeriksaan semua pihak. “Sebagian pihak termasuk Raja Haria, karena beliau sedang sakit, jadi kita tidak bisa paksakan, dan kalau memang semua pihak sudah dimintai keterangan , maka sudah tentunya kasus ini akan dilakukan gelar perkara untuk naik penyidikan ataukah tidak. Tapi yang jelas memang bukti kita kuat,” tandas dia, Selasa kemarin.

Data yang dihimpun koran ini berdasarkan pengakuan Kacabjari Saparua Ardy, tim penyelidik sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Negeri Haria.

Bahkan, dari sejumlah bukti yang diperoleh tim korps adyaksa itu, banyak temuan Mark Up dalam mengadaan item-item pekerjaan fisik pembangunan di dalam desa.
ADD dan DD ini terjadi penyalahgunaan berkisar miliaran dari jumlah anggaran yang di kucurkan Pemerintah Tahun 2018 sebesar Rp.2 miliar lebih.

Ardy mengatakan, dirinya bersama rekan-rekannya sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ADD dan DD Negeri Haria.

Dari pemeriksaan awal, tim penyelidik sudah memeriksa beberapa orang pihak terkait.

“Jadi kita sudah periksa beberapa orang pihak terkait, ini kan masih penyelidikan awal jadi kita belum bisa buka-bukaan,” ungkap Ardy di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (23/9).

Kata dia, pengusutan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat setempat, dari laporan itu, ada sejumlah laporan pertanggungjawaban item-item pembangunan dalam desa dilakukan mark up.

Misalnya saja,pekerjaan lapangan Voly, pekerjaan jalan di lingkungan, pembangunan PAUD,Jambanisasi, Rumah layak Huni, dan pemberdayaan.

“Semua item-item pekerjaan itu diduga di Mark-up, jadi sekarang kita lagi selidiki dengan memeriksa pihak-pihak terkait dulu,” jelasnya.

Terpisah, menurut sumber jaksa, kasus ini diduga orang paling mengetahui langsung itu, Raja, Sekertaris dan Bendahara Negeri Haria.

Namun untuk memastikan itu, harus dilakukan serangkaian penyelidikan, hal ini penting untuk mengetahui titik terang dari pengusutan kasus ini.

“Raja Negeri Haria Jacob Maikel Manuhutu, Sekertaris Leo Manuhutu dan Bendahara Yosep Souhoka diduga orang yang lebih mengetahui terkait anggaran ADD dan DD ini, karena ketiganya mengelola uang miliaran ini,” pungkas sumber itu.(SAD)

Comment