by

Jaksa Tunggu Hasil Audit Irigasi Sariputih

Ambon, BKA- Tim penyidik Kejari Malteng telah melengkapi seluruh berkas kasus dugaan korupsi Irigasi di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), telah lengkap.

Bahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah selesai menyusun berkas dakwaan bagi lima tersangka di kasus itu. Sehingga saat ini, Kejari Malteng hanya menunggu hasil audit dari BPKP Maluku-Maluku.

“Semua dokumen sudah lengkap. Kita tinggal menunggu hasil audit dari BPKP Maluku-Malut saja,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Malteng, Asmin Hamjah, saat dihubungi BeritaKota Ambon via seluler, Selasa (1/12).

Penyidikan kasus tersebut, menurut Hamjah, hanya terkedala oleh satu bukti saja, yakni, hasil audit. “Jadi kemarin saya koordinasi di BPKP, mereka bilang masih dilakukan audit. Sehingga kita jaksa tetap berpatokan pada hasil audit. Jadi harus menunggu,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kejari malteng menilai tim auditor BPKP Perwakilan Maluku-Malut lambat dalam melakukan audit perkara dugaan korupsi Irigasi Sariputih. Hal itu membuat jaksa penyidik menyurati BPKP.

Surat yang dilayangkan itu, meminta BPKP Perwakilan Maluku-Malut agar serius dalam melakukan perhitungan kerugian negara dalam kasus tersebut.

“Kita sudah menyurati BPKP. Kita mau ada kepastian, kapan dilakukan perhitungan nilai kerugian keuangan negara. Tapi harus kami akui, bahwa itu bukan kewenangan kita, namun kewenangan BPKP,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Malteng, Asmin Hamjah, kepada wartawan di Kantor Kejati Maluku, Selasa (3/11).

Menurut informasi yang diterima penyidik, BPKP belum melakukan audit terhadap berkas kasus itu, karena tidak ada anggaran. “Tapi kan bukan hanya BPKP yang tak ada anggaran, kita (jaksa) juga begitu,” katanya.

Walau begitu, mantan Kasi Pidsus Kejari SBT ini mengatakan, kasus yang menyeret lima orang tersangka dengan nilai kontrak proyek sebesar Rp.2 miliar ini, tetap berjalan dan akan dituntaskan. “Tetap jalan. Bahkan berkas ini sudah masuk tahap I, hanya kita masih menunggu hasil audit saja,” jelasnya.

Ada lima tersangka yang ditetapkan kejari Malteng, yakni, Ahmad Litiloly selaku PPTK, pembantu PPTK Markus Tahya, Yonas Riuwpassa selaku Dirut CV Surya Mas Abadi, Benjamin Liando selaku peminjam perusahan atau kontraktor, serta Megy Samson selaku KPA.

Proyek Irigasih di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Tahun 2017, menelan anggaran sebear Rp 2 miliar lebih. Pekerjaannya hampir rampung.

Dari anggaran Rp 2 miliar itu, ada anggaran sekitar Rp 800 juta lebih yang disalahgunakan, sesuai hitungan ahli dilapangan.

Kelima tersangka ini diancam melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3, jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999, jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo pasal 55 ayat (1) KUHP.(SAD).

Comment