by

Jaksa Tunggu Tahap II Kasus Odie Orno Cs

AMBON-BKA, Kejaksaan Tinggi Maluku saat ini tinggal menunggu proses tahap II (penyerahan berkas perkara dan tersangka), terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Speedboat di dinas perhubungan kabupaten MBD.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi Kareba mengatakan, terhadap berkas perkara kasus dugaan korupsi pengadaan Speedboat kabupaten MBD yang menyeret tiga tersangka itu, jaksa penuntut umum telah mengatakan berkas tersebut lengkap untuk dilakukan tahap II dari penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku.

Baca: Empat Tersangka Korupsi Dermaga Tawiri Tunggu Sidang

”Karena itu, kita saat ini tinggal menunggu proses tahap II dari Ditreskrimsus Polda Maluku,” ungkap Kareba, Kamis (29/7).

Menurutnya, berdasarkan informasi, tidak lama lagi, berkas ini sudah dilakukan tahap II oleh penyidik ke jaksa penuntut umum Kejati Maluku.

“Pada prinsipnya kita menunggu saja semua pentahapan yang dilakukan,” tandasnya.
Sebelumnya, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa penuntut umum, penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku segera akan menyerahkan Oddie Orno dan kawan-kawan ke jaksa.

Penyerahan Orno Cs dan barang bukti atau tahap II akan dilakukan pekan ini.

Dirkrimsus Kombes Eko Santoso yang dikonfirmasi mengaku, pihaknya sementara mempersiapkan tiga tersangka itu untuk diserahkan ke jaksa.

“Berkas sudah lengkap atau P-21. Kita tinggal serahkan tersangka dan barang bukti ke jaksa aja,” ujar Eko, Senin kemarin.

Baca: Pembunuh ABK Digiring ke Kursi Pesakitan

Odie Orno ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan empat unit speed boat tahun 2015 senilai Rp 1.524.600.000, di Kabupaten MBD.

Penetapan tersangka dilakukan Januari lalu usai penyidik melakukan rangkaian penyelidikan, serta melengkapi sejumlah petunjuk yang diberikan Bareskrim Polri.

Tiga tersangka yang ditetapkan penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku masing-masing, mantan Kadis Perhubungan MBD Oddie Orno, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Rico Kontul dan Kontraktor Pengadaan Barang Margareth Simatauw. (SAD)

Comment