by

Jaksa Usut Anggaran Covid di RS Ishak Umarella

beritakotaambon.com – Diam-diam personil Kejaksaan Negeri Ambon, dibawah komando Dian Fris Nalle, melirik dugaan penyimpangan penggunaan dana jasa penerimaan BPJS pasien Covid-19 tahun 2020 di Rumah Sakit Ishak Umarella di Tulehu, Kecamatan Salahuttu, Kabupaten Maluku Tengah.

Dari penyelidikan awal, tim penyelidik telah menggarap kurang lebih 43 pihak terkait, untuk membongkar kasus yang diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 12 miliar itu.

“Jadi kejari Ambon sedang mengusut dugaan penyimpangan jasa penerimaan BPJS pasien Covid di RS Umarella Tulehu. Saat ini kita sudah periksa kurang lebih 43 pihak terkait,” ungkap Kajari Ambon, Dian Fris Nalle, kepada wartawan, Senin (27/9).

Menurutnya, untuk mendukung proses penyelidikan kasus itu, aparat Korps Adhyaksa telah berkoordinasi dengan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) pada Inspektorat Provinsi Maluku, untuk melakukan perhitungan audit terhadap dugaan penyimpangan anggaran tersebut.

Baca juga:
Jalan Masuk Asrama Haji Diblokade Warga

“Kita sudah menyerahkan dokumen kepada APIP yang akan menghitungan dugaan penyimpangan anggaran tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, proses penyelidikan akan terus dilakukan, mengingat bukti permulaan sudah dikantongi tim penyelidik.

“Karena bukti awal kita sudah kantongi, termasuk dokumen dan keterangan 43 pihak terkait itu, makanya tim juga tetap intens dalam membongkar kasus ini,” katanya.

Untuk itu, lanjut Nalle, dalam waktu dekat, penyelidik akan kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, demi mendukung bukti-bukti awal yang sudah ada.

“Akan kita jadwalkan lagi agar pemeriksaan saksi terus berjalan, apabila jaksa ingin membutuhkan keterangan mereka (saksi). Dan saat ini juga penyelidik tetap menunggu hasil audit dari APIP di Inspektorat Provinsi Maluku,” tandasnya.(SAD)

Baca juga: Golkar Siapkan Lima Nama Bakal Lawan Murad

Comment