by

Jaksa Usut Dugaan Korupsi ADD Haria

Ambon, BKA- Tim Kejaksaan Negeri Ambon Cabang Saparua dikabarkan sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Bahkan dari sejumlah bukti yang diperoleh tim Korps Adyaksa itu, banyak temuan mark-up dalam mengadaan item-item pekerjaan fisik pembangunan di desa tersebut.

Data permulaan yang diperoleh dari pengumpulan data, ADD dan DD ini terjadi penyalahgunaan berkisar miliaran rupiah, dari jumlah anggaran yang dikucurkan pemerintah pada tahun 2018 sebesar Rp 2 miliar lebih.

Kacabjari Saparua, Ardy, yang ditemui Beritakota Ambon di Pengadilan Negeri Ambon, mengatakan, dirinya bersama rekan-rekan sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ADD dan DD Negeri Haria.

Dari pemeriksaa awal, tim penyelidik sudah memeriksa 5 orang pihak terkait. “Jadi kita sudah periksa 5 orang pihak terkait, ini kan masih penyelidikan awal jadi kita belum bisa buka-bukaan,” ungkap Ardy, Rabu (23/9).

Kata dia, pengusutan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat. Dari laporan itu, ada sejumlah laporan pertanggungjawaban item-item pembangunan desa yang diduga dilakukan mark-up.

Misalnya saja, pekerjaan lapangan Voly, pekerjaan jalan di lingkungan, pembangunan PAUD, jambanisasi, rumah layak huni, dan pemberdayaan.
“Semua item-item pekerjaan itu diduga di mark-up. Jadi sekarang kita lagi selidiki dengan memeriksa pihak-pihak terkait dulu,” jelasnya.

Terpisah, salah satu sumber jaksa, menyebutkan, pada kasus ini, diduga orang paling mengetahui langsung itu adalah Raja, Sekertaris dan Bendahara Negeri Haria.

Namun untuk memastikan itu, harus dilakukan serangkaian penyelidikan. Hal ini penting, untuk mengetahui titik terang dari pengusutan kasus ini.
“Raja Negeri Haria, Jacob Maikel Manuhutu, Sekertaris Leo Manuhutu dan Bendahara Yosep Souhoka, diduga orang yang lebih mengetahui terkait anggaran ADD dan DD ini. Karena ketiganya mengelola uang miliaran tupiah ini,” pungkas sumber itu.(SAD).

Comment