by

Jaksa Usut Korupsi ADD Sirisori Islam

Ambon, BKA- Kejaksaan Cabang Negeri Saparua diam-diam tengah mengusut kasus dugaan korupsi penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2018 senilai Rp 1,5 miliar lebih, di Negeri Sirisori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Kacabjari Saparua, Ardy, mengatakan, pengusutan dugaan korupsi ADD dan DD tersebut dilakukan setelah menerima laporan dari sejumlah masyarakat.

Dari laporan itu menyebutkan, kalau ada indikasi terjadi perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan ADD dan DD tahun 2018 di desa tersebut.

“Jadi kita menerima laporan dari masyarakat. Saat ini kita sedang pengumpulan Data (Puldata),” ungkap Ardy kepada BeritaKota Ambon, Minggu (27/12).

Saat ini, ungkapnya, kasus ini secara resmi sudah ditangani pihaknya. Namun untuk mencari data-data pendukung, perlu dilakukan penelusuran secara mendalam di masyarakat.

“Mereka lapor itu dengan data-data umum. Misalnya bilang ada uang sekian yang disalahgunakan. Tapi tidak melampirkan bukti-bukti, seperti Laporan Pertanggungjawaban dan sebagainya,” jelas Ardy.

Walau begitu, hal itu tidak mengurungkan niatnya untuk mencari bukti-bukti kasus dugaan korupsi ADD dan DD tersebut.

“Tapi tetap kita cari data-data dan fakta lain. Karena memang indikasi banyak proyek yang mark-up, fiktif dan lain-lain,” jelasnya.

Sebagai aparat penegak hukum, dirinya tetap berdiri pada koredor hukum. Sehingga dalam memberantas korupsi di wilayah hukumnya, terkesan tidak ada tebang pilih.

“Pokonya saya pastikan tidak main-main dalam memberantas korupsi. Kalau ada masyarakat yang lapor. Ya tugas kita untuk mengusut. Dan kalau terbukti, maka dihukum sesuai Undang-undang yang berlaku,” pungkasnya.(SAD).

Comment