by

Jalan Depan Bandara Rargwamar Banjir

Ambon, BKA- Sempat diguyur hujan sekitar tiga jam, ruas jalan utama di depan Bandara Rargwamar Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, langsung tergenang air hingga mencapai ketinggian pinggang orang dewasa, Kamis (24/9).

Pantauan BeritaKota Ambon dilokasi, sekitar pukul 16.00 WIT sampai 18.00 WIT, sempat terjadi kemacetan lalu lintas di ruas jalan itu, akibat debit air yang terus meningkat.

Drainase yang awalnya sudah diperbaiki oleh pemerintah kabupaten tersebut, tak berfungsi. Alhasil, warga yang bermukim disekitar jalan utama tersebut, bergotong royongg membersihkan saluran drainase, agar air yang tergenang cepat surut.

“Drainase di seputaran jalan ini tidak pernah berfungsi dengan baik. Setiap ada hujan, selalu saja terjadi genangan air seperti ini. Pemda Aru seakan tak melihat dan mendengar keluhan masyarakat, saat musibah seperti ini,” ungkap warga setempat.

Semestinya, kata warga, Pemkab Kepulauan Aru dibawa komando Johan Gonga-Muin Sogalrey tanggap terhadap musibah banjir seperti ini. Sebab selama mereka berdua menjabat sebagai bupati dan wakil bupati, banjir seperti ini terus terjadi berulang kali. Namun tidak ada solusi.

“Musibah banjir begini sudah berulang kali. Namun Pemeda Aru dibawa kepemimpinan pak bupati dan wakil bupati tak bisa berbuat apa-apa,” ujar warga.

Awalnya, beberapa bulan lalu terjadi musibah banjir besar-besaran di dalam kota Dobo. Sebagian rumah-rumah warga digenangi air. Dan pada saat itu, Wakil Bupati, Muin Sogalrey, turun langsung di lokasi banjir.
Namun lagi-lagi, hingga kini tak ada solusi penanganannya. Alhasil, setiap kali turun hujan, walaupun kecil, tetap saja terjadi genangan air hingga lutut maupun pinggang orang dewasa.

“Jadi banjir seperti ini bukan baru satu kali. Sudah berulang kali pada beberapa bulan kemarin juga seperti ini. Rumah warga di Kota Dobo tergenang. Dan pak wakil bupati sudah turun langsung lihat kondisinya. Namun itu, ya tidak ada solusi. Payah kalau seperti begini terus,” jelas warga.

Olehnya itu, warga berharap Pemkab Aru harus cepat bertindak. Jangan duduk diam dengan musibah alam seperti begini. Karena masyarakat yang rasakan dampaknya langsung.

“Kami harap pemda cepat tanggap, jangan duduk diam lalu lupa akan kesengsaraan rakyat. Ini sudah momen politik, jangan datang lalu janji rakyat dengan program tak pro rakyat. Alhasil nol tak berfaedah,” harap warga. (WAL)

Comment