by

Jalan Pasar Inpres Namlea, Segera Diperbaiki

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Buru, berkomitmen untuk memperbaiki kerusakan jalan di Pasar Inpres Kota Namlea, Buru, pada awal Juli 2021 mendatang.

Data yang diterima koran ini, perbaikan jalan tersebut masuk dalam program rekonstruksi/peningkatan kapasitas struktur jalan hotmix dalam Kota Namlea, menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler tahun 2021.

DAK merupakan alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada/provinsi/kabupaten/kota tertentu dengan tujuan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan pemerintahan daerah.
Komitmen itu ditegaskan Kepala Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Hotmix Kota Namlea
Imran Wali didampingi Kepala PUPR Kabupaten Buru, Asyifa Alattas.

Imran Wali mengatakan, pekerjaan jalan di pasar masuk dalam proyek strategis Pemerintah Kabupaten Buru tahun anggaran 2021 di dalam Kota Namlea. Dan pengerjaan jalan itu akan dilakukan setelah pengerjaan jalur jalan di kawasan Batu Angus, Kota Namlea.

“Jalan di pasar itu kami akan laksanakan pekerjaannya itu akhir bulan ini atau awal bulan Juli, setelah agregat B naik pada lokasi di Dervas. Karena kami belum bisa tangani di pasar, karena jalur panjang di Batu Angus itu belum selesai,” beber Imran, kepada koran ini, Rabu (23/6).

Dijelaskan, pekerjaan jalan di Pasar Inpres Namlea, harunya sudah dikerjakan pada April 2021 lalu, namun diundur dengan pertimbangan bulan suci Ramadhan. Dan itu atas permintaan pedagang dari hasil koordinasi dengan Disperindag bagian Kepala Bidang Pasar.

“Katong (kami) mau kerja pekerjaan pasar itu bulan April, cuman kepala bidang yang menangani pasar ke kantor PU sini, bilang ada permintaan masyarakat khususnya pedagang pasar kalau bisa pekerjaan ditangguhkan,” terangnya.

Menurut dia, pihaknya bekerja sudah sangat sistematis dan terencana, bahkan telah melakukan sosialisasi kepada pedagang terkait akan dilaksanakan pengaspalan jalan tersebut.

Disinggung terkait relokasi pedagang yang ada berada di atas bahu jalan, Kepala PPK Hotmix Kota Namlea ini menyebutkan, hal itu bukan wewenang dari Dinas PUPR Kabupaten Buru.

“Kalau masalah relokasi itu, kami tidak tahu menahu masalah itu. Itu urusan Disperindag. Jadi begini itu kami sudah koordinasi dengan Disperindag. Dan itu Disperindag punya urusan. Dan yang kami kami tahu koordinasi dengan Disperindag untuk kerja jalan saja. Disperindag punya urusan untuk masalah relokasi para pedagang,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, di Pasar Inpres Namlea, ada beberapa titik ruas jalan yang berlubang hingga menimbulkan genangan air. Kondisi jalan itu sangat memprihatinkan saat hujan, karena menimbulkan banyak genangan air.

Parahnya, setelah selesai hujan, jalan menjadi becek dan berlumpur. Akibatnya, masyarakat yang melakukan aktivitas merasa sangat terganggu. (MSR)

Comment