by

Jangan Takuti Warga Dengan Rapid Test

Ambon, BKA- Upaya Satgas Covid-19 Kota Ambon lewat kebijakan rapid test bagi warga yang tidak menggunakan masker di luar rumah, dinilai lemah dalam memaksimalkan protokol kesehatan. Sebab kebijakan yang diterapkan minim edukasi tentang bahaya Covid-19 dan terkesan menakuti warga hingga takut dirapid.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kota Ambon, Yusuf Wally kepada wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Senin (21/12). Menurutnya, dengan stok rapid test yang dimiliki Pemerintah Kota Ambon saat ini, harusnya difokuskan di tempat-tempat keramaian, seperti pasar Mardika, terminal dan lainnya.

“Banyak masyarakat yang mengeluh, karena para Satgas yang bertugas di lapangan tidak memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat tentang pentingnya rapid test. Malahan warga ditakut-takuti dengan rapid test, jangan seperti itu. Harusnya dengan stok yang ada, harus meyakinkan masyarakat untuk tidak takut di rapid, bukan sebaliknya menakut-nakuti,” tandas Wally.

Politisi PKS ini menilai, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon, Benny Selanno yang ditunjuk sebagai koordinator lapangan dalam operasi Yustisi yang dilakukan, harusnya mampu memberikan edukasi kepada masyarakat lewat jajarannya yang tergabung dalam Satgas Covid-19. Bahwa kebijakan rapid test yang dilakukan baik untuk masyarakat, guna memutus penyebaran Covid-19.

“Jadi jangan jadikan rapid test ini untuk menakuti warga. Ada yang ditemukan masker di bawah dagu, langsung dipaksakan rapid. Harusnya diberikan edukasi tentang pentingnya rapid agar tidak terjangkit virus Corona. Dan rata-rata petugas di lapangan memaksa, sampai marah-marah. Tidak bisa seperti itu,” ujarnya.

Dijelaskan, opreasi Yustisi yang dipusatkan Satgas Covid-19 di kawasan DPRD Belakang Soya, tidak maksimal. Dimana hanya menunggu warga yang tidak menggunakan masker lalu dipaksakan rapid. Padahal dengan stok rapid test yang dimiliki, harusnya difokuskan untuk melakukan rapid test secara massal kepada masyarakat pada satu lokasi keramaian. Hal tersebut agar dapat diketahui mana wraga yang reaktif dan tidak.

“Dari pada tunggu di jalan, mending turun ke pasar langsung rapid test semua pedagang di sana. Karena pasar maupun terminal itu pusat keramaian. Dan sebagian tidak menggunakan masker. Bisa saja penyebaran itu datang dari pedagang, karena setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kalau hanya fokus di jalan, tidak maksimal dalam memutus mata rantai Covid-19,” tuturnya.

Dia berharap, Satgas Covid-19 lebih kreatif dalam upaya memutus penyebaran Covid-19. Bahkan para personil Satgas di lapangan harus mampu mengedukasi tentang pentingnya rapid test dan bahaya penyebaran Covid-19.

“Edukasi itu sangat penting, sehingga masyarakat bisa lebih paham dan mau bersama pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19. Dengan tetap patuh terhadap protokol kesehatan,” saran Wally. (UPE)

Comment