by

Jasa Pengiriman Rawan Penyelundupan Narkoba

AMBON-BKA, Terhitung semester I sejak Januari hingga Juli 2021, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku berhasil mengungkap sejumlah kasus narkotika di Maluku.

Keberhasilan BNNP itu berkat kerja sama dengan sejumlah pihak, diantaranya, Bea Cukai, Security Bandara, Direktorat Narkoba dan Satres Narkoba Polresta yang tergabung dalam join operation. Mereka berhasil mengungkap 8 kasus penyelundupan narkoba dari luar masuk ke Maluku melalui Kota Ambon.

Kepala BNNP Maluku, Brigjen Rohmad Nursahid, mengatakan, dari hasil penyidikan dari pengungkapan kasus, rata-rata modus operandi yang digunakan, yakni, penyelundupan melalui jasa pengiriman online.

Hal tersebut, katanya, terlihat dari data pengungkapan kasus. Dari 8 kasus yang diungkap, 6 kasus diantaranya diselundupkan melalui jasa pengiriman.

“Di semester satu tahun 2021 ini, BNNP Maluku berhasil mengungkap 8 kasus, dengan tersangka ada 12. Kemudian dikembangkan lagi di bulan Juni kemarin, tambah 2 tersangka. Rata-rata kasusnya melalui jasa pengiriman, dan ada juga melalui Body Packing,” jelas Nursahid, Rabu (4/8).

Dia merincikan, 6 kasus penyelundupan narkoba melalui jasa pengiriman, masing-masing, tersangka GW alias A ditangkap 6 Februari di Desa Luhu Huamual, Kabupaten SBB, dengan barang bukti satu paket narkotika jenis sintetis seberat 5,008 gram yang dipesan secara online dari Makasar seharga Rp 500.000, untuk digunakan sendiri dan dikirim melalui jasa pengiriman JNE.

Baca juga: Konsumsi Narkoba, Ruslan Diganjar 6 Tahun Bui

Selanjutnya, tersangka SO yang ditangkap 28 Februari di kantor jasa pengiriman JNE jalan Setiabudi, dengan BB berupa 1 paket narkotika sintetis dengan berat 41, 77 gram yang dipesan secara online.

TAT alias V ditangkap 1 Maret di kantor jasa pengiriman JNE, dengan BB 1 paket tembakau sinte seberat 8,4699 gram, yang dipesan secara online dari Makassar.

MFL ditangkap 1 Maret, TKP Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau, dengan Barang Bukti satu paket narkotika jenis sintetis seberat 3,7 gram yang dipesan secara online dari Makassar.

FU, IM dan HT di tangkap 7 Juni di depan SPBU Pohon Pule, dengan barang bukti 1 paket narkotika jenis ganja seberat 3263,62 gram.

Menurut Nursahid, modus narkotika jenis ganja di kirim dari bandar di Jakarta melalui jasa pengiriman JNT, kemudian diambil dari kurir untuk diedarkan sesuai petunjuk dari bandar di Jakarta.

Kemudian tersangka JT ditangkap 21 Juni di jalan WR Supratman, lorong kadongdong Tantui.
Barang bukti yang diamankan, 1 paket sabu seberat 14,72 gram yang dikirim oleh bandar melalui jasa pengiriman Tiki, untuk diedarkan oleh kurir yang sudah disiapkan oleh bandar.

Baca juga: Vaksinasi Massal di Aru Langgar Prokes

Selain menggunakan jasa pengiriman, dua kasus penyelundupan narkotika dilakukan dengan modus body packing. Narkotika tersebut diambil sendiri, kemudian dibawa ke Maluku melalui penerbangan.

“Kalau untuk modus penyelundupan body Packing, ada dua tersangka. AHB yang ditangkap 11 Maret di Langgur Kabupaten Malra, BB yang diamankan satu paket narkotika jenis sabu dengan berat total 105, 76 gram. Modusnya, tersangka membeli langsung narkotika dari Makasar dan di bawa ke Tual dengan cara body packing menggunakan pesawat, untuk diedarkan di Kota Tual dan Malra. Kasus dengan tersangka IT, EP, IAT,RK dan MJS ditangkap 5 April di area kedatangan penumpang Bandara Pattimura Ambon, dengan BB narkotika jenis sabu seberat 41,35 gram,” pungkasnya.(SAD)

Comment