by

Jefry Leinussa Divonis 12 Tahun Bui

AMBON-BKA, Jefry Safry Leinussa, terdakwa kasus pembunuhan di kawasan Air Mata Cina, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, diganjar hukuman pidana penjara selama 12 tahun, pada sidang, Senin (2/8).

Vonis ini dibacakan dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Lutfi Alzagladi, dibantu dua hakim anggota lainnya. Sementara terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Herberth Dadiara.

Dalam amar putusan majelis hakim, terdakwa dinyatakan berbukti bersalah melanggar pasal 338 KUHP. “Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti bersalah serta memvonis terdakwa agar dipidana penjara selama 12 tahun, dipotong masa tahanan,” ujar majelis hakim.

Baca: Jaksa Didesak Tetapkan Tersangka Korupsi Setda SBB

Yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dipersidangan. Sedangkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa membuat hilangnya nyawa orang lain.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, menuntut Jefry dengan pidana penjara selama 15 tahun, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Senin (12/7).

JPU, Beatrik N. Temmar, dalam berkas dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa 1 Januari 2021, sekitar pukul 12.30 WIT, tepatnya di dalam kamar kosong dekat kamar kost milik korban di kawasan Air Mata Cina.

Awalnya, terdakwa bersama korban Jhon, saksi Frits dan saksi Topan, bersama-sama mengkonsumsi minuman keras. Karena korban sudah mabuk, terdakwa bersama rekannya Frits membawa korban ke lantai II kamarnya untuk istirahat.

Saat sampai lantai II, korban tidak tahu mengapa memukul kepala terdakwa menggunakan benda tajam mengenai pelipis kiri, mengakibatkan kepala terdakwa terluka. Selanjutnya, terdakwa menarik tubuh korban ke dalam kamar kosong dekat kamar kost korban, yang berada di lantai II. Kemudian terdakwa turun ke lantai I untuk membersihkan luka pada pelipisnya.

Karena tidak puas dengan tindakan korban, terdakwa kembali naik ke lantai II, lalu mengambil sebilah pisau yang berada di samping korban. Kemudian menusuk tubuh korban mengenai rusuk kiri, leher dan dada korban secara beruntun, hingga korban tewas. (SAD)

Comment