by

Jelang Paskah, Warga Dihimbau Tidak Terprovokasi

Ambon, BKA- Jelang perayaan Paskah yang jatuh tanggal 2 April besok, masyarakat Kota Ambon dihimbau untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang belakangan ini. Dimana Perayaan Paskah harus dijadikan sebagai momentum perenungan dan sebuah pengharapan baru, khususnya bagi umat Kristiani.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw, kepada wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Rabu (31/3). Menurutnya, perayaan Paskah harus membawa kita pada suasana yang lebih tenang, sehingga masyarakat bisa menjaga kekuatan, kebersamaan, persekutuan didalam wilayah sendiri, daripada terprovokasi dengan keadaan yang bisa membawa kita pada keretakan yang terjadi.

“Konteks ini sebetulnya seluruh warga Ambon tidak boleh terpancing atau terprovokoasi dengan kejadian seperti itu (kasus pemboman gereja Katedral Makassar). Walaupun kejadian terjadi sebagai sebuah fakta, tapi ini juga menjadi sebuah momentum bagi kita. Apalagi kita ada pada masa perayaan Paskah Jumat Agung. Ini harus membawa kita pada suasana lebih tentang, melakukan perenungan sejenak,” ungkap Laturiuw.

Politisi Gerindra ini menilai, di tahun 2020 lalu, perayaan Paskah berada pada masa pandemi Covid-19, dan di tahun ini juga demikian. Maka dengan kondisi berbagai teror yang terjadi, maka diharapkan hal tersebut tidak boleh memicu atau mengganggu kebersamaan masyarakat di kota Ambon.

“Sebagai wakil rakyat, sekali lagi saya himbau, agar masyarakat tidak boleh terprovokasi dengan keadaan ini. Fokus kita sekarang, terutama basudarana Kristiani jelang Paskah, Ini momentum dari sebuah perenungan. Biarlah dengan tema kali ini dengan kebangkitan Yesus yang nantinya dirayakan, ini juga memberikan sebuah pengharapan yang baru. Dalam konteks ini, dimasa covid harapaan itu tetap ada,” ujarnya.

Sekalipun berada dalam masa sulit, lanjut Laturiuw, sebagai umat percaya jelang perayaan Paskah, momentum ini harus dijadikan sebagai perenungan dan tetap memberikan kehidupan kepada banyak orang.

Warga Ambon secara kelseluruhan, kita berkeinginan agar momentum perayaan ini tetap kita maknai sebagai satu suasana untuk melakukan perenungan. Mengutamakan prtotokol kesehatan, dan jangan sampai terpancing dengan informasi yang di sana-sini dan mengganggu keretakan warga kota, sebagai warga yang mendambakan suatu pola kehidupan bersama yang betul-betul saling menghormati,” harapnya. (UPE)

Comment