by

Jelang Pemberian Vaksin Covid-19, Tim Medis Akan Diberi Pelatihan

Ambon, BKA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku telah mempersiapkan sistem dan cara pemberian 1,1 juta vaksin Covid-19 secara massal, pada Desember 2020 mendatang.

Selain telah mempersiapkan sistem pemberian vaksin, Dinkes juga akan menggelar pelatihan bagi tenaga kesehatan yang akan dijadikan sebagai vaksinator.

“Jadi untuk pelatihan, akan dilakukan secara nasional diseluruh Indonesia. Khusus Malauku, akan berlangsung pekan depan secara virtual dan diikuti tim medis dari seluruh Kabupaten kota,” tandas Kadinkes Maluku, Meikyal Pontoh, Kamis (19/11).

Menurut Kadinkes, pemberian 1,1 juta vaksin Covid-19 secara massal tersebut akan dilakukan pada sekuruh Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten/kota di Maluku.

Sehingga, kata Pontoh, para petuga medis yang akan menjadi vaksinator perlu dipersiapkan secara matang dalam bentuk pelatihan.

“Tujuan dari pelatihan ini, supaya para tenaga medis paham akan tugasnya dalam memberikan vaksin, dan juga mengantisipasi agar mereka tidak tertular,” terang Pontoh.

Pelatihan dan pemeberian vaksin tersebut dilakukan sesuai dengan surat edaran, bahwa Dinas Kesahatan Provinsi maupun kabupaten/kota sudah harus mempersiapkan langkah-langkah sasaran 1,1 juta vaksin.

“Ini nantinya akan dibagi ke 11 kabupaten/kota yang sasarannya tentunya ada beberapa kriteria persyatan. Contoh Kota Ambon, sasaran imunisasi, fasilitas pelayanan kesehatan ditingkat dasar (Puskesmas), kemudian dipersiapkan juga Rumah Sakit (RS) guna mengatasi terjadinya kasus Kity yang merupakan kejadian paska imunisasi, dan tempat penyimpanan vaksin untuk mengetahui baik tidaknya vaksin tersebut sebelum diberikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Kota Ambon sendiri, lanjut Pontoh, sesuai data memiliki 22 Puskesmas dan bahkan terdapat 13 RS swasta maupun pemerintah, TNI dan Polri.

Sementara tenaga medis yang akan dilatih, masing-masing Puskesmas 1 orang, 15 untuk setiap RS di Ambon termasuk UPT Pusat.

Dari jumlah penduduk Kota Ambon sebanyak 478.616 orang, hanya 299.135 orang yang akan mendapat pelayanan imunisasi vaksin tersebut. Sehingga jumlah vaksinnya akan dibagi sesuai dengan kebutuhan tim medis dan jumlah penduduk yang ada.

“Peningkatan kemampuan tenaga kesehatan, hingga perencanaam pemberian vaksin telah dilakukan. Hanya saja, sekarang ini kami tingga menyiapkan sarana prasarana yang nantinya tetap harus mengacu kepada standar protokol kesehatan,” pungkas Pontoh.(RHM)

Comment