by

Jembatan Roboh, Aktivitas Warga SBT Terhambat

BULA-BKA, Jembatan Wai Salas, Desa Salas, Kecamatan Bula di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) roboh. Robohnya jembatan diketahui saat sebuah truk bermuatan kayu, melintas jembatan tersebut pada Kamis malam (29/7).

Truk berwarna hijau yang melintas sekira pukul 22.00 WIT saat itu, seketika membuat jembatan tersebut roboh. Alhasil bagian belakang truk terperosok masuk.

Baca: Pendemo Pertanyakan Anggaran Covid-19

Akibat insiden itu, aktivitas masyarakat menjadi terhambat. Pasalnya, jembatan itu merupakan penghubung antar kecamatan. Baik dari Kecamatan Tutuk Tolu, Kian Darat, Siritaun Widatinur maupun kecamatan Teluk Waru saat menuju Kecamatan Bula, yang merupakan Ibukota Kabupaten SBT.

“Katong (kami) dengar bunyi saat jembatan patah, banyak masyarakat berlarian menuju lokasi melihat kejadian itu. Saat sampai kantong lihat kalau jembatan sudah patah dan oto (mobil) truk itu langsung jatuh ke dalam tagantung,” ungkap salah satu warga yang menolak namanya disebutkan, kepada media ini, Jumat (30/7).

Diakuinya, jika jembatan ini tidak secepatnya diperbaiki oleh pemerintah kabupaten setempat, maka akan menghambat aktivitas masyarakat. “Katong di sekitar ini kan punya akses harus lewat jembatan itu. Kalau patah begini, katong cari jalan lewat kali (sungai) ulang,” terangnya.

Sementara itu, Arsani, salah satu pengendara mengatakan, banyak masyarakat yang kesulitan untuk melintas akibat robohnya jembatan tersebut. Sebab, jembatan itu merupakan akses utama untuk mengantar penumpang dari Bula menuju Air Nanang, begitupun sebaliknya. “Kita sudah tidak bisa lagi cari nafkah, kalau jembatan ini belum diperbaiki. Semoga pemerintah segera memperhatikan kerusakan jembatan ini untuk diperbaiki,” harap Arsani.

Sementara itu, Kepala Dinas PU SBT, Umar Bilahmar, langsung melakukan tinjauan saat menerima informasi terkait robohnya jembatan tersebut. Tinjauan tersebut juga melibatkan Anggota Komisi C DPRD SBT, Costansius Kolatfeka.

Baca: Pembangunan Hunimua Harus Dipercepat

Constansius saat dikonfirmasi mengatakan, dinas PU sudah mengetahui kondisi jembatan yang sudah tidak layak untuk dilewati alat berat. Hanya saja kata dia, pihak PU lupa memberikan tanda larangan atau pemberitahuan. “Kadis bilang kalau dua hari yang lalu itu sudah mengetahui kondisi jembatan. Hanya lupa memberikan tanda larangan,” beber dia.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD SBT ini juga mengaku kesal, karena truk yang mengangkut kayu belu hitam hasil tebangan dari hutan itu, tidak mempunyai nomor polisi. “Mobil itu tidak punya nomor polisi. Bagaimana kita identifikasi pemiliknya. Jadi pihak kepolisian tolong diusut,” tutupnya. (SOF)

Comment