by

Joice Lantik Ketua TP-PKK Kecamatan Nirunmas KKT

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Joice Fatlolon, melantik Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Nirunmas, Sabtu (8/5).

Bersamaan dengan pelantikan tersebut, Ketua TP PKK Kecamatan Nirunmas, Lenora Sarwuna, melantik sejumlah Ketua TP-PKK Desa Arma, Manglusi, Tutukembong dan Waturu.

“Barusan saya melantik Ketua TP-PKK Kecamatan Nirunmas. Seterusnya Ketua TP-PKK Kecamatan Nirunmas melantik TP-PKK desa yang kadesnya baru di lantik,” Joice.

Seiring dengan pelantikan tersebut, Joice meminta, agar ketua-ketua TP PKK yang baru dilantik agar segera membentuk kepengurusan TP PKK dengan, tetap merekrut 50 persen TP-PKK yang lama, serta merekrut seluruh potensi yang ada di desa.

Setelah membentuk kepengurusan baru, mereka juga diharapkan untuk menyusun program kerja jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, dengan tetap berpedoman pada hasil rapat kerja TP PKK Kabupaten yang memprioritas 10 program TP PKK.

“Sebagai mana kita tahu, bahwa tahun ini, kita ditetapkan sebagai lokus stating di Provinsi Maluku. Sehingga tugas dan tanggungjawab TP PKK untuk mendata anak yang dikategori stanting, dan menangani secara bersama dengan pihak Dinas Kesehatan untuk memberikan makanan tambahan bagi anak-anak yang dikategori stanting,” terangnya.

Selain itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kepulauan Tanimbat tersebut akan selalu berupaya mengoptimalisasi program dasa wisma, untuk meningkatkan kesejatraan keluarga melalui berbagai kerajinan maupun inovasi para kader TP PKK, seiring pengakuan pemerintah pusat terkait dengan motif-motif tenun milik Kepulauan Tanimbar.

“Kain tenun ikat telah diakui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sebanyak 47 motif tenun ikat yang sudah disahkan oleh Mentri Hukum dan HAM. Dan penghargaan itu diberikan kepada Kabupaten kita. Ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tandas Joice.

Ditempat yang sama, Camat Nirunmas, Geri Sarwuna, berharap, seluruh TP-PKK selalu bekerjasama dalam mewujutkan 10 program PKK, serta turut serta bersama pemerintah dalam menekan angka kemiskinan.

“Saya berharap, dari hasil rilis BPS, angka kemiskinan masih meningkat dari 17.56 persen naik menjadi 40,44 persen dimasa pendemi Covid-19. Sehingga ini menjadi tanggung jawab bersama kita, untuk menekan angka kemiskinan yang ada di kabupaten kebanggaan kita “Duan Lolat,” pungkas Sarwuna. (BTA)

Comment