by

Josfince Pirsouw Ahli Waris Sah Dusun Urik Teha

Ambon, BKA- Sudah ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsdezaak) yang menetapkan Jospince Pirsouw sebagai ahli waris pemilik Dusun Urik/Teha seluas lebih kurang 1000 hektare di Piru, Kecamatan Seram Bagian Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat. Selain itu, dalam putusan Pengadilan Negeri Masohi Nomor:23/Pdt.G/2018/PN.Msh juga menetapkan dalam amar putusannya Josfince Pirsouw merupakan pemilik objek sengketa seluas 10 hektare di atas Dusun Urik/Teha miliknya.

’’Oleh karena itu kalau ada pihak-pihak lain yang masih mengklaim diri sebagai ahli waris di atas Dusun Urik/Teha adalah pembohongan, pembodohan, pemutarbalikkan fakta hukum, dan upaya mencari keuntungan pribadi tanpa mempertimbangkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap yang telah memenangkan ibu saya (Josfince Pirsouw),’’ tegas Jonry Pirsouw, salah satu putra Josfince Pirsouw kepada pers di Ambon, Selasa (29/12).

Jonry mengakui saat ini masih ada upaya segelintir orang memanipulasi kebenaran dengan mengklaim Dusun Urik/Teha adalah milik mereka. Padahal, pihak-pihak tersebut telah dikalahkan ibunya, Josfince Pirsouw, dalam putusan Pengadilan Negeri Masohi, Maluku Tengah, yang berkekuatan hukum tetap.

” Perlu saya tegaskan sesuai putusan pengadilan yang merupakan bukti paling kuat dalam kepemilikan hak keperdataan, ibu saya adalah ahli waris atas Dusun Urik/Teha seluas 1000 hektare termasuk atas objek sengketa seluas 10 hektare. Tidak ada ahli waris lain di Dusun Urik/Teha selain ibu saya,’’ tegas Jonry.

Mengenai hibah tanah atas pembangunan Mesjid Raya di Piru, lanjut Jonry, itu merupakan pemberian ahli waris Dusun Urik/Teha.

’’Kalau tanah untuk pembangunan Mesjid Raja saja merupakan hibah dari kami selaku ahli waris Dusun Urik/Teha, bagaimana mungkin tanah di depan lokasi masjid itu adalah milik orang lain. Jangan memutarbalikkan fakta. Kami akan memproses pihak-pihak yang sengaja bermain di air keruh dan memanfaatkan kesempatan memperoleh keuntungan sesaat,’’ ancam Jonry.

Jonry mengimbau masyarakat yang telah membangun rumah di atas Dusun Urik/Teha untuk berupaya mencari jalan damai dengan pihaknya sebelum proses eksekusi dilakukan pihaknya.

’’Kami sudah mengajukan permohonan eksekusi ke pengadilan dan tinggal menunggu waktu saja pelaksanaan eksekusi atas objek sengketa. Kami masih membuka ruang damai dan persuasive kepada pihak-pihak yang telah membangun di atas Dusun Urik/Teha. Bagi yang tidak mempedulikan imbauan kami, jangan salahkan kami jika eksekusi kami lakukan,’’ beber Jonry.

Di bagian lain kuasa hukum Josfince Pirsouw, Rony Samloy menyatakan untuk kasus laporan pencemaran nama baik kini dalam penanganan Kepolisian Daerah Maluku.

’’Saksi-saksi sudah dimintai keterangan termasuk Jonry Pirsouw. Penyidik akan meminta keterangan dari saksi korban ibu Josfince Pirsouw dan advokat Jack Wenno setelah Tahun Baru nanti. Setelah tuntas pemeriksaan saksi-saksi baru dilanjutkan pemeriksaan terhadap Rudy Tanifan dan Helena Pattirane selaku para terlapor kasus dugaan pencemaran nama baik dan dugaan penyebaran berita bohong,’’ papar advokat muda ini. (SAD)

Comment