by

JR Sengaja Bakar KMP Lelemuku

Fakta dibalik terbakarnya KMP Lelemuku terungkap. JR (45) yang bertugas sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM), sengaja membakar kapal tempatnya bekerja.

Fakta itu diungkap Kapolres Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), AKBP. Romi Agusrinsyah, yang ditemui BeritaKota Ambon, Kamis (3/6).

Menurut Romi, fakta itu terungkap usai Satreskrim Polres KKT melakukan rekonstruksi terbakarnya KMP Lelemuku, yang dilakukan diatas salah satu feri milik PD Panca Karya, 28 Mei lalu, sekitar 14.30 WIT hingga 16.00 WIT.

Rekontruksi itu juga dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan melibatkan tersangka serta para saksi terbakarnya KMP Lelemuku di Pelabuhan Feri Saumlaki, 24 Mei lalu.

Dari hasil rekonstruksi itu, terungkap kalau JR sengaja melakukan pembakaran KMP Lelemuku dalam keadaan mabuk, setelah bertikai dengan seseorang.

“Kronologisnya, tersangka ini naik ke atas kapal, kurang lebih pukul 17.10 WIT. Ada keributan antara tersangka dengan seseorang yang berada di dek lantai 3. Setelah itu, pukul 18.10 WIT, tersangka turun menuju dek lantai 1, paling bawah, sudah dalam kondisi mabuk atau berbau minuman keras. Kemudian tersangka mengambil jerigen yang berisikan BBM jenis Pertalite, kurang lebih 35 liter, lalu menuangkan BBM tersebut mulai dari haluan kapal hingga bagian tengah kapal, dan menyalakannya menggunakan korek api,” terang Romi.

Lanjutnya, perbuatan tersangka sebelumnya sudah dilerai oleh beberapa temannya. Namun dia tetap melanjutkan aksinya.

“Setelah api menyala, juga sudah ada upaya pemadaman yang dilakukan oleh teman-teman ABK sekitar empat orang, dengan menggunakan alat padam api ringan. Namun yang disulut tersangka tadi adalah BBM jenis Pertalite, sehingga api sulit diatasi. Hingga pukul 18.30 WIT, api tersebut kian membesar,” ungkapnya.

Pasca melakukan rekonstruksi, Polres KKT langsung melakukan penetapan tersangka terjhadap JR. “Ketika ditetapkan sebagai tersangka, kita langsung melakukan penahanan kepada yang bersangkutan,” ujarnya.

Terhadap penanganan kasus tersebut, saat ini tim penyidik sementara berada di Kota Ambon untuk melakukan pemeriksaan manejemen kapal, guna menghitung kerugian material dari kejadian tersebut.

“Sementara menyangkut ancaman hukuman, kalau Pasal yang disangkakan adalah pasal 198 KUHP atau pasal 187, dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara,”pungkas Kapolres KKT tersebut. (BTA)

Comment