by

Juara Yonex Thailand Open, Penantian Panjang Greysia/Apriyani

Gelar juara Yonex Thailand Open jadi penantian panjang ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Greysia/Apriyani juara usai mengalahkan pasangan tuan rumah, Kititharakul/Rawinda Prajongjai 21-15, 21-12, di Impact Arena, Minggu (17/1).

Prestasi tersebut menjadikan Greysia/Apriyani satu-satunya wakil Indonesia yang juara di Yonex Thailand Open.

“Akhirnya kami sampai di ujung dan memenangkan gelar. Selama seluruh pandemi, kami tidak pernah berhenti berlatih. Kami sangat menginginkan ini. Terima kasih Thailand untuk mengadakan turnamen ini,” ujar Greysia dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

Yonex Thailand Open jadi prestasi pertama di turnamen pembuka usai vakum sekitar 10 bulan akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Selain menjadi satu-satunya gelar bagi Indonesia di Yonex Thailand Open, kemenangan itu juga jadi yang pertama bagi ganda putri Indonesia di kelas Super 1000.

“Sungguh luar biasa bagi kami berdua dan kami ingin berterima kasih kepada Tuhan, bahwa kami memiliki kesempatan untuk berada di sini dan memenangkan kejuaraan ini,” ucap Greysia yang baru saja melangsungkan pernikahan pada bulan lalu.

“Kami datang dengan fokus, siap untuk pertandingan ini dan ingin memberikan yang terbaik,” kata Greysia menambahkan.

Greysia/Apriyani tampil bergitu mendominasi atas Kititharakul/Prajongjai. Sempat mendapat perlawanan di gim pertama, Greysia/Apriyani melesat usai interval dan menang 21-15.

Di gim kedua performa Greysia/Apriyani tidak terbendung dan melenggang tanpa kesulitan sehingga menang 21-12.

Lihat juga: Greysia Menangis Usai Juara Yonex Thailand Open

“Kami mengambil poin demi poin hari ini. Ketika kami mengambil set pertama, kami mengatakan sisanya akan menyusul. Seperti yang saya katakan dari babak pertama, kami hanya ingin menang,” tutur Greysia.

Usai menang, Greysia sempat menangis di pelukan Apriyani. Apriyani sendiri tidak berkomentar banyak atas gelar juara di Yonex Thailand Open.

“Kami tidak bisa berkata-kata. Cuma bisa diam saja,” kata Apriyani.
(INT)

Comment