by

Kades Klis Diduga Aniaya Warga

Kepala Desa Klis, Josias Kliwas, diduga melakukan penganiayaan terhadap salah satu warganya, SL, yang tengah dirundung masalah keluarga dengan istrinya (SN).

Dugaan penganiayaan oleh Josias Kliwas itu terjadi di Balai Desa Klis, Kecamatan Moa Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), 7 Mei 2021 lalu.

Kepada BeritaKota Ambon, SL mengatakan, terhadap peristiwa itu, dia sudah mendatangi Polres MBD untuk membuat laporan Polisi. Namun dia disarankan untuk melakukan mediasi, pada hari ini, Senin (10/5).

Dia mengungkapkan, peristiwa penganiayaan yang dialaminya bermula saat Kades Klis, Josias Kliwas, meminta hadir di Balai Desa untuk menindaklanjuti masalahnya dengan istrinya, SN.

Disana, Kliwas meminta dia menandatangani surat pernyataan, yang disaksikan oleh beberapa kepala soa yang ada di Desa Klis. Namun dia tidak mau.

Alasan SL tidak mau menandatangani pernyataan itu, karena dinilai sangat merugikan dia bersama-sama anak-anaknya.
Namun Kades Klis tetap memaksa, hingga terjadilah penganiayaan itu. “Tiba-tiba saya dipukul kades, tanpa tau salah saya apa,” jelasnya.

Setelah dipukul sekali, dirinya berpikir bahwa tidak akan dipukul lagi. Ternyata kades tidak berhenti, dia kembali dipukul hingga tujuh kali oleh kades pada bagian wajah. Bahkan ada pihak yang ikut memukulnya pada bagian belakang kepala dan pundak.

Setelah dipukul, SL kembali diminta untuk menandatangani surat pernyataan yang dibuat secara sepihak oleh kades. Tapi dia tetap tidak mau tanda tangan.

Untuk itu, dia berharap, peristiwa penganiayaan terhadap dirinya dapat ditindak secara hukum, sebagai bentuk keadilan bagi masyarakat.

“Setelah sebelumnya melapor hari Jumat, besoknya (Sabtu, 8 Mei 2021), saya kembali bersama anak saya ke Polres MBD, guna menanyakan perihal laporan saya sebelumnya, sekaligus meminta surat untuk melakukan visum, karena saya takut terjadi sesuatu pada bagian kepala saya. Tetapi dari kepolisian mengatakan, kalau mereka berpatokan pada laporan awal untuk mediasi. Padahal saya mau masalah ini diproses hukum saja,” pungkasnya. (GEM)

Comment