by

KADIN Maluku Deklarasi Dukung Arsjad Rasjid

Kamar Dagang dan Perindustrian (KADIN) Maluku, menyatakan dukungan kepada Arsjad Rasjid sebagai calon Ketua Umum KADIN Indonesia. Dukungan tersebut disampaikan dalam peringatan Halal Bihalal yang berlangsung di salah satu restaurant di kota Ambon, Sabtu (15/5).

Dalam sambutannya, Ketua Umum KADIN Maluku, M.A.S Latuconsina mengatakan, KADIN merupakan organisasi pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian. Dimana didirikan pada tanggal 24 September 1968, dan diatur dalam undang undang nomor 1 tahun 1987.

Dan keberadaan KADIN di Maluku, sudah terbentuk di 7 kabupaten/kota. Sehingga masih tersisa 4 kabupaten/kota yang belum terbentuk. Namun hal tersebut tidak mengurangi dukungan yang akan diberikan kepada Arsjad Rasjid sebagai calon Ketum KADIN Indonesia .

“Kita berharap, calon ketum yang kita dukung terpilih. Kita juga sudah rapat pengurus lengkap dan memutuskan dukungan 3 suara utur kepada arsjad rasjid,” tandasnya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih terhadap seluruh pihak yang telah hadir dalam pernyataan dukungan lewat kegiatan Halal Bihalal yang telah dilakukan KADIN Maluku.

“Saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena dapat hadir dalam kegiatan Halal Bihalal serta deklarasi Asrsjad Rasjid. Semoga dengan kegiatan ini, kita bisa saling maaf maafan dan tali silahturahmi kita makin erat lagi,” harapnya.

Sebelum memasuki pembacaan deklarasi dukungan calon Ketum KADIN Indonesia, kegiatan Halal Bihalal itu diawali dengan sejaran singkat Halal Bihalal yang disampaikan Ustadz Arsal Tuasikal. Menurutnya, Halal Bihalal pertama kali dicetuskan oleh KH. Wahab Chasbullah pada tahun 1946.

Pada masa itu, Indonesia diketahui sedang mengalami masalah disintegrasi bangsa. Dalam kondisi tersebut, Bung Karno kemudian memanggil KH. Wahab Chasbullah untuk memberikan saran dan pendapat, guna mengatasi situasi politik saat itu.

Pada saat itu, KH.Wahab Abd memberi saran untuk mengumpulkan seluruh rakyat. Dan akhinya terjadilah acara Halal Bihalal di Istana Negara, dengan dihadiri seluruh masyarakat dari berbagai ras. Mereka kumpul dan saling maaf memaafkan,” jelas Tuasikal. (BKA-2)

Comment