by

Kadinkes Akui Warga Takut Ke Puskesmas

Ambon, BKA- Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengaku, masyarakat Kota Ambon sampai saat ini masih takut ketika ingin ke puskesmas untuk berobat. Diakuinya, banyak isu hoaks yang membuat masyarkaat ketakutan untuk memeriksakan kesehatan ke puskesmas yang ada.

“Selama Covid kunjungan ke puskesmas menurun. Karena memang masyarakat masih enggan atau takut. Apalagi hoaks yang beredar kalau ke puskesmas nanti dirapid dan hasilnya reaktif,” sebut Wendy kepada wartawan di Balai Kota, Kamis (12/11).

Dia mengungkapkan, penurunan pengunjung puskesmas saat ini bisa mencapai 30 atau 40 persen. Namun jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi, jumlah pasien yang berkunjung ke puskesmas bisa mencapai 200 persen.

“Puskesmas Tiahahu yang satu hari bisa sampai dua ratusan pasien, sekarang cuman 70, kadang juga 80. Tidak sampai 100 lagi,. Sampai 100 terkecuali hanya hari Senin. Itupun hari berikutnya tidak lagi,” beber dia.

Dikatakan, banyak pengunjung yang ke puskesmas, cuman yang ingin melakukan rapid tes. Tetapi, untuk berobat sudah berkurang. Padahal, untuk menghindari kontak dengan tenaga kesehatan, Puskesmas telah membuka pelayanan melalui via handphone.

“Yang banyak datang itu, yang mau rapid tes. Itu karena kebutuhan. Mau dan tidak mau pasti musti datang karena mereka butuh rapid tes. Tapi yang berobat semakin menurun. Misalnya pelayanan obat bagi pasien dengan comorbid atau penyakit penyerta. Dan itu bisa melalui telepon, setelah itu, petugas antar, atau ojek yang datang ambil di puskesmas,” ujar dia.

Menurut dia, jika masyarakat yang memang membutuhkan pengobatan yang maksimal, maka bisa langsung datang ke puskesmas untuk berobat.

“Apabila datang di puskesmas, langsung dibagi jalur. Misalnya panas turun melebih normal. Ada gejala-gejala inflensa itu jalurnya langsung dikasih pisa,” terang dia.

Jadi kedepan, tutur dia, puskesmas akan memberlakukan pemisahan jalur tersebut, guna menghindari tingkat penularan Covid-19. (BKA-1)

Comment