by

Kajati Maluku Kunjungi Proyek Bendungan Waeapo, Ada Apa?

beritakotaambon.com – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Undang Mugopal, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Buru, Minggu (17/10).

Dalam kunjungan tersebut, Kajati bersama Kepala Badan Inteljen Negara Daerah (KABINDA) Maluku, Brigjen TNI Jimmy Aritonang, tiba di Bandara Udara Namniwel menggunakan Pesawat ATR 72 Wing Air.

Kedatangan Kajati Maluku bersama KABINDA Maluku disambut Bupati Buru Ramli Ibrahim Umasugi, Kajari Buru Muhtadi, serta Kapolres Pulau Buru AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja.

Dari Bandara Namniwel rombongan langsung bertolak untuk meninjau lokasi Proyek Starategis Nasional (PSN) Bendungan Waeapo, di Desa Wapsalit, Kecamatan Lolong Guba.

Tiba di lokasi proyek Bendungan Waeapo, rombongan Kajati Maluku disambut Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku, Marva Ranla Ibnu.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Buru Cukup Baik Selama Dipimpin RU

Kepala Balai Provinsi Maluku, Marva Ranla Ibnu, menyampaikan berbagai fungsi Bendungan Weapo. “Keuntungan Bendungan Waeapo adalah untuk menampung air sejumlah 50 juta kubik, dan dapat juga memberikan manfaat untuk irigasi. Selain itu, Bendungan Waeapo juga bisa dikembangkan di setiap jaringan 10.000 hektar, termasuk dengan sistem yang sudah ada sekarang ini, dan akan dikembangkan tergantung dari pemerintah daerah dan masyarakat. Bendungan Waeapo juga bisa menjadi pengendalian banjir, karena bisa menampung air sekitar 540 meter kubik,” ujar Marva.

Manfaat lain Bendungan Waeapo, ungkapnya, dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.

Dia melanjutkan, pekerjaan bendungan tersebut sudah dimulai sejak Desember 2017 lalu. Sehingga telah berjalan selama 4 tahun.

Tahun 2022 mendatang, kata Marva, menjadi tahun terakhir pekerjaan proyek strategis nasional tersebut.

“Sebagai informasi kepada Pak Kajati bahwa pekerjaan ini sempat delay 2 tahun setengah, karena masalah lahan. Namun alhamdulillah, di bulan Agustus tahun 2020 kemarin, telah dilakukan pendampingan dari hati ke hati lewat Kasi Intel Kejari, dari Pak Bupati, Pak Gubernur, sehingga dapat terselesaikan,” ujar dia.

Selain itu, pekerjaan proyek itu juga sempat terhambat pada September 2020 lalu, karena PSBB. Otomatis berpengaruh pada pekerjaan dan kemudian ditambah lagi dengan hujan yang cukup besar, membuat mereka agak kesulitan untuk melakukan pekerjaan, karena air sungai yang sangat tinggi.

“Pekerjaan penggalian ini didanai oleh APBN murni 2,1 triliun. Pekerjaan dibagi 2 pakat, paket 1 dan paket 2. Paket 1 adalah pekerjaan CP PSO, sedangkan paket 2 pekerjaan bangunan,” tuturnya.

Baca juga: Jaksa Didesak Tetapkan Tersangka Korupsi Bandara Banda Neira

Sementara itu, Kajati Maluku, Undang Mugopal, kagus dengan perkembangan pekerjaan proyek Bendungan Waeapo.

“Tadi saya sudah mendengar paparan singkat yang disampaikan oleh Kabalai Sungai, terkait perkembangan Bendungan Waeapo. Saya kaget dan kagum luar biasa. Tidak terbayangkan, proyeknya seperti bisa berjalan,” ujar dia.

Menurutnya, Kejaksaan Agung sudah menyampaikan dan memerintahkan kepada jajarannya di bawah, Kejaksaan Tinggi maupun Kejari, untuk selalu mendampingi semua proyek atau kegiatan yang menyangkut strategis nasional.

“Ini satu diantaranya adalah proyek strategis nasional, tugas kejaksaan itu jangan dianggap hanya mempunyai tugas dan fungsinya melakukan penuntutan perkara pidana saja, tetapi juga satu diantaranya adalah pendampingan terhadap seluruh kegiatan proyek strategis nasional. Pendampingan tersebut bertujuan agar proyek bisa berjalan lancar, sesuai dengan perencanaan, tepat guna, tepat mutu dan juga tertib administrasi,” pungkasnya. (MSR)

Baca juga: Pimpinan DPRD Didesak Bahas Temuan BPK Rp 5,3 M

Comment