by

Kajati Rencana Renovasi Pesantren Islam Shuffah Hizbullah

beritakotaambon.com – Melihat kondisi pondok pesantren Islam Shuffah Hizbullah, Madrasah Aliyah Shijffah Hizbullah, yang terletak di dusun Oli, Desa Hittu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang sudah tidak memadai, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Undang Mugopal, berjanji, jika tidak ada kendala, kejati Maluku akan merenovasi sebagaian gedung yang ditempati anak-anak pesantren.

Hal ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam rangka pembangunan di Maluku. Terutama dalam kondisi covid-19 yang sampai kini belum selesai di tengah masyarakat.

“Rencana kita akan renovasi ruang sekolah, karena pesantren ini berdiri dari tahun 1999 sampai saat ini, semoga ke depan kita akan wujudkan itu,” ungkap Kajati di sela-sela pembagian sembako kepada anak-anak pesantren Islam Shuffah Hizbullah, di Dusun Oli, Desa Hitu, Jumat (20/8).

Menurutnya,pesantren Islam Shuffah Hizbullah, merupakan pesantren umum, karena disitu, tidak dibatasi anak-anak dari latar belakang mana. Selain itu, keunggulan dari pesantren tersebut, ada sekolah formal dari tingkat bawah sampai ke menengah.

“Jadi keunikan sekolah ini adalah, ada sekolah sampai ke tingkat SMA. Bahkan siswa dari sekolah itu saat ini sementara kuliah di beberapa kampus di kota Ambon dan di luar Maluku,” jelas Kajati.

Baca juga: Unpatti Miliki Gedung Inkubator Bisnis

Senada diungkap Ustad Komar pimpinan pesantren Islam Shuffah Hizbullah, Madrasah Aliyah Shijffah Hizbullah.

Menurutnya, keistimewaan dari pesantren Islam Shuffah Hizbullah adalah, adanya Gedung Pendidikan sampai tingkat SMA, tenaga pengajar berjumlah 20 orang. Sementara santri yang tinggal berjumlah 100 orang.

“Alumni kita juga sudah menyebar, ada yang jadi TNI, Polri dan PNS, ada juga sekolah ke luar negeri. Dan sejak tahun 2012 lalu, anak-anak kita melanjutkan kuliah, mereka sumua ikuti beasiswa bidik misi dan santri berprestasi. Ada juga di Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Teknik sipil dan Teknik Perkapalan,” jelas Ustad.

Dia menambahkan, semoga ke depan, pesantren ini, mendapat perhatian penuh dari pemerintah, sehingga apa yang menjadi cita-cita anak-anak bisa dijawab dengan baik.

“Saya berharap ada perhatian pemerintah daerah untuk kita saat ini, karena bantuan pembangunan yang selama ini diterima hanya dari Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan kementerian PUPR. Tapi kalau pemda Malteng dan Provinsi untuk bantuan sarana prasarana belum ada,” tandasnya. (SAD)

Comment