by

Kakanwil Minta Polisi Usut Tuntas ASN Narkoba

Ambon, BKA- Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Maluku Andi Nurka, mendukung proses hukum yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Maluku yang tengah melakukan penyidikan terhadap anak buahnya yang terlibat dalam kasus narkoba.

Kata dia, anak buahnya yang tertangkap yakni, berinisial BBS, AFH alias under dan OS alias Is merupakan pegawai UPT Imigrasi Ambon, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas I Ambon (Rupbasan) dan ASN Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon.


“Saya sangat mendukung proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian di Polda Maluku, “ ungkap Nurka kepada Wartawan, Senin (30/11).

Ia mengaku, dari tiga anak buah itu dua diantaranya sudah pernah dilaporkan terindikasi terlibat narkoba saat masih berdinas di Lapas Ambon.

Atas laporan dari napi, pihak kepolisian saat itu, dirinya langsung memutasikan keduanya dari lapas ke Rupbasan dan Bapas namun akhirnya ditangkap.

“Jadi dua orang pegawai itu awalnya ada laporan saat masih menjadi pegawai di Lapas Ambon. Atas laporan itu saya langsung melakukan tindakan preventif dan memindahkan keduanya masing-masing di Bapas dan di Rubasan dengan tujuan menjauhkan mereka dari napi agar tidak ada keterlibatan di dalam. Karena saat itu tidak ada bukti atau BB hanya informasi,” beber Nurka.

Setelah dimutasikan keduanya juga membuat surat pernyataan menjauhi dan tidak akan terlibat dalam narkoba seperti yang disampaikan.

Akan tetapi kenyataannya sudah tertangkap dan proses hukum tetap jalan.

“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penyidik Ditresnarkoba Polda Maluku untuk melakukan pemeriksan sangat mendukung proses hukum yang sementara dilakukan. Saya tadi sudah koordinasi dengan dirnarkoba. Soal sanksi akan ditindak tegas. Tidak ada ampun,” tegasnya.
Untuk diketahui, Tiga pegawai UPT pada jajaran Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Maluku, tertangkap Narkoba.

Ketiganya yang berinisial BBS, AFH alias under dan OS alias Is merupakan pegawai UPT Imigrasi Ambon, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas I Ambon (Rupbasan) dan ASN Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon.

Mereka ditangkap, Sabtu (28/11) di tiga tempat berbeda di Kota Ambon, dan kini ditahan oleh penyidik Ditresnarkoba Polda Maluku.

Selain ketiga pegawai jajaran Hukum HAM Maluku, satu pelaku berinisial IS alias Isti merupakan seorang pecat PNS juga diciduk.

Mereka diduga merupakan jaringan yang sudah menjadi target operasi (TO) Polda Maluku.
Proses penangkapan dipimpin Kanit I Subdit I Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku AKP Alex Kamali.

“Jadi sebelumnya sudah menangkap Istu di Arbes Desa Batumerah, penyidik sudah lebih dahulu mengamankan tiga pegawai jajaran kemenkumham itu yakni BBS, AFH dan OS, diamankan. Dari ketiganya barulah tim menuju Arbes dan mengamankan IS,” jelas sumber.

IS alias Istu diringkus sekitar pukul 18.25 WIT.Keempat orang ini diruga pengedar dan juga pemakai. Namun hingga kini masih dikembangkan.

Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Cahyo Hutomo dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak merespon, bahkan pesan lewat aplikasi WhatsApp yang dikirim hanya dibaca dan tidak dibalas.(SAD)

Comment