by

Kapal Angkut Penumpang Masih Diperketat

Ambon, BKA- Meski Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) berstatus zona hijau penyebaran Covid-19, namun untuk kapal angkut penumpang sementara waktu masih diperketat.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) MBD, Herdy Ubro, kepada koran ini, Minggu (30/8). Menurutnya, hal ini sesuai instruksi Bupati MBD, Benjamin Thomas Noach.

Dijelaskan, pasca Instruksi Bupati MBD nomor :188.45.5/144.c/2020 tanggal 30 Juli 2020, tentang Pengendalian Transportasi Pada Masa Persiapan Adaptasi Kebiasaan Baru, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kemudian sesuai Surat Edaran (SE) Bupati MBD nomor :553.4/144.b/2020 tanggal 30 Juli 2020, tentang Pengaturan Perjalanan Orang Menggunakan Transportasi Laut Dalam Masa Persiapan Adaptasi Kebiasaan Baru, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Dengan jumlah kapasitas penumpang hanya diperbolehkan 30 orang. Namun dengan pertimbangan berbagai hal, sehingga dinaikan menjadi 75 orang

“Jadi, sebelumnya hanya 30 orang. Sekarang sudah 75 orang dan berdasarkan intruksi Bupati, tanggal 31 Agustus (hari ini) masa berlakunya selesai. Untuk selanjutnya, kita sementara monitoring, untuk diperpanjang. Tapi, nanti kalau sudah ada intruksi baru kita umumkan berlaku mulai tanggal 1 sampai 5 September mendatang,” ungkap Ubro.

Ia menyebutkan, pintu masuk wilayah kabupaten MBD melalui pelabuhan laut diperuntukan bagi kapal yang mengangkut orang/penumpang dari zona orange dan zona merah dengan pembatasan punumpang.

Setiap penumpang wajib menunjukkan dokumen persyaratan berupa, KTP, Surat Keterangan uji tes PCR atau uji Rapid Test dengan hasil non reaktif yang berlaku selama 14 hari pada saat keberangkatan.

Kemudian surat keterangan bebas gejala influenza yang dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit/Puskesmas (khusus bagi daerah yang tidak memiliki PCR/Rapid Test), Surat Keterangan Izin Keluar (SKIK) bagi pelaku perjalanan yang dikeluarkan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Dari daerah asal dan Suarat Keterangan Izin Masuk (SKIM) yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. MBD.

“Semua itu diperketat. Di pos masing-masing sudah ada tim yang akan periksa penumpang yang turun dari kapal. Jadi, Kapal angkut penumpang diijinkan tetapi diperketat untuk kapal mengangkut barang, logistik orang atau penumpang antar kecamatan atau pulau dalam atau keluar wilayah tetap mematuhi protokol kesehatan,” tuturnya.

Sementara kapal angkutan orang atau penumpang dari zona kuning dan zona hijau (daerah yang penularan covid-19 rendah), diizinkan untuk mengangkut orang atau penumpang (tidak ada pembatasan) juga barang/logistik ke wilayah MBD.

“Serta diizinkan mengangkut orang atau penumpang antar kecamatan dalam dan antar keluar wilayah MBD dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” terangnya.

Dengan berbagai peraturan tersebut, Ia berharap, masyarakat dapat mematuhinya. Yakni, dapat berjalan sesuai dengan protokol kesehatan, dalam hal ini, intruksi maupun peraturan lainnya dari Bupati. Guna tetap menjaga MBD terhindar dari penyebaran virus Corona

“Sekarang kan, kita sudah zona hijau. Jangan sampai justru kita kembali ke zona kuning. Lantaran kita sendiri tidak patuhi aturan protokol yang ada. Mari kita kerjasama, supaya daerah kita ini bisa terbebas. Dengan begitu, aktivitas kita juga bisa berjalan baik lagi.” harap Ubro. (LAM)

 

Comment