by

Kapal Tangkap Cumi Terbakar, Dua ABK Tewas, 25 Hilang

beritakotaambon.com – KM Hentri, kapal penangkap cumi asal Jakarta terbakar di perairan antara Pulau Molu, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Pulau Tanimbar Kei, Kabupaten Maluku Tenggara.

Naas yang menimpa kapal itu menewaskan 2 Anak Buah Kapal (ABK), 25 ABK hilang (masih dalam pencarian), dan 5 ABK dinyatakan selamat.

Kepala Kantor SAR Ambon, Mustari, mengatakan, baru mendapat informasi 8 September kemarin.

Mustari mengungkapkan, kapal tersebut diketahui berlayar dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, menuju Merauke, Provinsi Papua.

Baca juga: Pemkot Tunggu Pansel Setkot dari Pemprov

Sampai diperairan Kepulauan Tanimbar, KM Hentri diterjang gelombang setinggi 3 meter, membuat kapal itu mengalami guncangan hebat. Sehingga memicu terjadinya kebakaran.

“Pada saat kapal tiba disekitar 50 mil antara Perairan Kepulauan Tanimbar dan Pulau Tanimbar Kabupaten Maluku Tenggara, ombak besar menghantam kapal yang membuat kapal terbakar pada 3 September, sekitar pukul 5 pagi. Dan supaya diketahui, informasi ini baru saja kita dengar kemarin,” jelas Mustari, Kamis (9/9).

Kata dia, insiden yang melanda kapal itu membuat ABK berusaha menyelamatkan diri, dengan cara melompat ke laut. Namun dua ABK tidak dapat menyelamatkan diri. Keduanya tewas, karena terjebak dalam kobaran api.

“Informasi yang diterima Basarnas Ambon, pada saat KM Hentri terbakar, sebanyak 30 ABK melompat menyelamatkan diri ke dalam air, dan hanyut terbawa arus sekitar 20 Mil dari Pulau Mulo,” tutur Mustari.

Baca juga:
Pohon Tumbang, Satu Rumah Rata Tanah

Lanjutnya, pada 6 September, sekitar pukul 13.00 WIT, 5 ABK berhasil ditemukan oleh Kapal Motor Pencari Telur Ikan yang berasal dari Pulau Tanimbar Kei dalam keadaan selamat, kemudian dievakuasi ke Desa Mun, Pulau Tanimbar Kei, guna mendapatkan perawatan.

“5 orang berhasil diselamatkan nelayan. Dari keterangan mereka, sebanyak 30 ABK melompat ke dalam air dan berenang menjauhi kapal. Namun karena tinggi gelombang, sebagian dari mereka terpisah dan hilang. Hanya 5 orang yang berhasil selamat,” pungkas Mustari.(SAD)

Comment