by

Kapasitas Penumpang Angkot Akan Dievaluasi

Ambon, BKA- Menyikapi akan diberlakukannya belajar tatap muka di sekolah pada Juli 2021 mendatang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon akan mengevaluasi kapasitas penumpang angkutan kota (angkot) yang saat ini masih menerapkan batasan 50 persen.
“Kalau pemberlakuan tatap muka di sekolah nanti. Otomatis angkot akan mengikuti. Itu nanti kita evaluasi lagi batasan penumpang,” ungkap Plt Kepala Dishub Kota Ambon, Robby Sapullete, saat dikonfirmasi koran ini, Sabtu (17/4).

Saat ini, terang dia, pihaknya masih menerapkan batasan penumpang 50 persen bagi angkot. Guna meminimalisir tingkat penularan Covid-19 yang hingga kini masih mewabah di kota bertajuk Manise ini.
Sementara berkaitan dengan masalah sif bagi angkot, saat ini diberikan kelonggaran oleh Walikota Ambon, Richard Louhenapessy melalui Surat Edaran Walikota, tentang waktu beroperasi selama Ramadhan.

“Berkaitan dengan selama bulan Ramadhan ini, angkot itu bisa beroperasi sampai dengan pukul 22.00. Lebih baik dari sebelumnya yang hanya sampai pukul 21.00. Namun tetap mengunakan sif A dan Sif B,” jelas Sapulette.

Sementara pelanggaran yang sering dilakukan supir angkot terkait beroperasi melewati kapasitas 50 persen, perbuatan itu menurutnya kerap dilakukan setelah pihaknya tidak lagi berada di lapangan.

“Dishub tidak bisa mengawasi secara total dari seluruh pergerakan anggota. Yang kami mintakan adalah kesadaran dari para pengemudi angkot. Pengemudi angkot Ini kadang nakal. Mereka sangat nakal,” sebutnya.

Menurutnya, terkadang para supir angkot bermain setoran dengan majikan. “Apabila kedapatan, maka kita akan berikan sanksi. Sanksinya itu justru kepada majikan karena harus bayar denda administrasi,” tegasnya.
Dia berharap, ada kesadaran dari supir angkot maupun masyarakat selaku penumpang angkot. Agar mematuhi apa yang sudah dianjurkan pemerintah terkait batasan penumpang 50 persen, yang semata-mata untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Kami minta kesadaran dari pengguna dan para pengemudi supaya tetap memenuhi itu. Masyarakat ini sudah tau bahwa 50 persen. Untuk itu, jangan naik lagi kalau sudah 50 persen. Karena Covid ini belum selesai,” pungkasnya. (IAN)

Comment