by

Kapolresta : Tidak Boleh Demo Selama Pandemik

Sikapi aksi unjuk rasa penolakan PPKM Mikro oleh ratusan mahasiswa di kantor Walikota Ambon, Jumat (16/7), Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Kombes Leo Surya Simatupang menegaskan, selama masa pandemik tidak diberikan izin keramaian termasuk melakukan unjuk rasa.

Larangan tersebut sesuai Keputusan Kapolri, Pemerintah Pusat, Walikota dan sesuai Undang-Undang Karantina. Sehingga diharapkan agar aksi yang terjadi kemarin tidak terulang kembali, karena kota Ambon ada dalam masa pandemi Covid-19.

” Harapan kami hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi. Karena selama pandemi Covid-19 ini, mari kita sama-sama menjaga situasi untuk menekan angka pertambahan Covid di Kota Ambon, agar semakin menurun,” pesan Kapolresta.

Dirinya yang turun langsung di lokasi demonstrasi mengaku, berupaya untuk membubarkan masa pendemo. Sebab, banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, sehingga mau tidak mau harus dibubarkan.

“Alhamdulilah situasi kini sudah kondusif dan sebagian besar para pendemo telah kembali ke tempat mereka masing-masing. Dan sebagian ditahan di depan Kantor Walikota Ambon untuk dimintai keterangan sampai dimana titik permasalahan,” ungkap Simatupang.

Menurutnya, aksi demo tersebut menimbulkan tindakan anarkis dan saling baku hantam antara para pendemo dengan aparat keamanan, termasuk Satgas Covid-19 Kota Ambon. Dan hingga unjuk rasa selesai, pihaknya belum mengetahui apa yang menjadi tuntutan ratusan mahasiswa tersebut.

Namun berdasarkan informasi adanya banyak hal yang menjadi tuntutan pendemo, termasuk penanganan Covid-19 dan pembubaran PPKM.

“Jika dilihat kemarin kami dari jajaran kepolisian menguburkan jenazah covid-19 antara satu sampai lima orang per hari. Tadi malam ada 11 orang yang kita kuburkan. Jadi cukup tinggi semua orang yang terpapar covid,” bebernya.

Dirinya berharap, ada kerja sama dari seluruh masyarakat, termasuk para mahasiswa sebagai kaum intelektual. “Ini agar sama-sama bisa memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat di Kota Ambon,” harapnya.

Sementara terkait sejumlah mahasiswa yang ditangkap, Simatupang juga mengaku, pihaknya masih menangani hal tersebut bersama Satgas Covid-19 kota Ambon.

“Sebaiknya teman-teman mahasiswa yang lainnya pulang, dan teman-teman mereka yang di tahan tidak ada masalah. Untuk melepaskan mereka nanti kita lihat sampai dimana tingkat kesalahannya. Kalau mau dikenakan, kalau tidak nanti akan kita pulangkan,” pungkasnya.

Ia juga menambahkan, kemungkinan mahasiswa yang ditahan lebih dari satu orang dan mereka diamankan di Balai kota dan Polsek Sirimau (Pos Kota).

“Untuk tingkat kesalahannya, intinya tadi sudah kami arahkan untuk bubar. Namun mereka tidak mau bahkan memprofokasi teman-teman yang lain. Karena itu beberapa orang kita amankan dulu untuk mencegah, agar jangan mereka memprofokasi yang lain,” pungkasnya.

Bagi anggotanya yang melakukan pemukulan terhadap para pendemo, lanjut dia, pihaknya nanti akan menangani hal tersebut. “Kami akan melihatnya, sampai dimana permasalahannya. Kalau memang ada anggota yang salah akan ditindak sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Dijelaskan, aksi demo tersebut sengaja dibubarkan karena sudah diberikan himbauan sebelumnya, agar tidak melakukan demonstrasi. “Sebelumnya sudah kita berikan himbauan supaya tidak boleh melakukan demo selama pandemik. Boleh saja kalau mau demo, tunjukan perwakilan untuk bertemu siapa yang mau mereka temui. Jadi jangan membawa massa, sehingga mau tidak mau harus kita bubarkan,” tutupnya. (MG-2)

Comment