by

Karakter Siswa Sulit Terpantau

Proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2021/2022, masih akan dilakukan secara jarak jauh atau dilakukan secara Daring maupun Luring.

Ada sejumlah kelemahan pada proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), khususnya yang dilakukan secara Daring.

Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum SMK Primadarma, Yessy Silahoy, mengaku, pembelajaran Daring membuat guru tidak bisa memantau dan membina karakter siswa dengan baik.

“Salah satu dampak dari Daring itu, kami tidak bisa membina karakter siswa secara langsung. Guru itu tugasnya selain memberikan ilmu pengetahuan, juga harus mendidik karakter siswa agar lebih baik,” terangnya.

Selain itu, ia mengaku, Daring membuat siswa menjadi lebih malas. Sehingga prestasi siswa menjadi menurun.

“Tingkat kemalasan siswa lebih meningkat. Misalnya, zoom di mulai jam 9, hanya sebagian siswa saja yang ikuti zoom. Jadi tidak semua siswa ikut pembelajaran dengan baik. Nilai mereka pun jadi menurun,” jelasnya.

Untuk menutupi kelemahan tersebut, Silahoy mengatakan, peran orangtua sangat penting. Misalnya, lebih memperhatikan anak di masa pandemi Covid-19, baik waktu belajar siswa maupun karakter mereka.

“Saya berharap, orangtua lebih memperhatikan anak saat di rumah. Karena Daring ini memerlukan perhatian besar dari orangtua. Semoga saja pandemi ini segera berakhir dan sekolah bisa berjalan tatap muka kembali,” tutupnya. (BKA-1)

Comment