by

Karaoke Diizinkan Beroperasi, PTM Masih Dikaji

beritakotaambon.com – Hingga saat ini, Pemerintah Kota Ambon masih mengkaji proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) antara guru dan siswa di sekolah. Sementara Tempat Hiburan Malam (THM) seperti karaoke, sudah dizinkan beroperasi mulai pukul 15.00 hingga pukul 01.00 WIT.

Jam operasional tersebut juga diberikan bagi tempat-tempat kuliner malam, yang diizinkan beroperasi hingga pukul 23.00 WIT. Ini diatur dalam Pemberlakukan Pembatasan Akvitas Masyarakat (PPKM) level II yang masih diperpanjang oleh Pemkot Ambon hingga 8 November 2021.

Baca juga: Vaksin Merdeka Digelar Polda Maluku di Tantui dan Poka

Diketahui, tempat karoke yang diberikan izin beroperasi di tengah penerapan PPKM level II, adalah tempat hiburan yang bersifat menghibur. Dimana semua diwajibkan mengantongi surat izin dari Satgas Covid-19.

Sedangkan untuk metode Pembelajaran Tatap Muka (PTM) khusus tingkat SMP, sampai dengan hari ini masih terus dikaji. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti timbul kluster baru penyebaran Covid-19.

“Perwali nomor 11 kemarin dan sekarang ini nomor 12 itu pemberlakuan kegiatan aktifitas (PPKM) itu rata-rata itu memang berakhir pukul 22.00. Cuma masih ada kegiatan yang masih berlanjut seperti kuliner malam itu 23.00, sedangkan karaoke itu jam 1 malam dari jam 15.00. Terkait PTM masih dalam kajian,” ungkap Koordinator Fasilitas Umum Satgas Covid-19 Ambon, Richard Luhukay, Sabtu (23/10).

Menurut Luhukay, pihaknya belum mendapatkan intruksi lebih lanjut dari Walikota Ambon, Richard Louhenapessy terkait metode PTM. “Jadi belum ada instruksi lebih lanjut pada pak walikota terkait dengan pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

Sehingga metode pembelajaran yang masih digunakan sekarang, sambung Luhukay yang juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon ini, kalau masih pakai metode dalam jaringan (Daring). Ini untuk hindari penyebaran Covid-19 dari para siswa-siswi di Ambon.

Baca juga: Himapel Pertanyakan Data Kemiskinan Ekstrim KKT

“Sebenarnya itu masih bersifat daring, dan hal-hal teknik itu nantinya akan diatur oleh teman-teman Dinas Pendidikan. Jadi nantinya bisa dikonfirmasikan ke teman-teman Dinas Pendidikan,” sebutnya.

Terkait skoring zonasi Kota Ambon, tambah Luhukay, sesuai data Dinas Kesehatan Kota Ambon, Ibukota Provinsi Maluku ini sudah mencapai 2,89. “Zonasi dari pada wilayah Kota Ambon ini sesuai dengan data yang kami terima dari dinas kesehatan, itu kita naik ada kurang lebih 2 point mencapai titik 2,89,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, sampai dengan hari ini, sudah ada tiga sekolah di Kota Ambon yang memenuhi persyaratan untuk metode Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di dalam ruangan sekolah. Tiga Sekolah tersebut yaitu SMP Negeri 2, SMP Hangtuah di Kompleks Lantamal X dan SMP Katolik Yakobus.

Baca juga:
Perlu Kebijakan BTM Untuk SD

“Secara lisan pihak tiga sekolah itu telah melaporkan bahwa siswa dan guru telah tervaksin capai target 80 persen,” ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan Jhon Sanders, baru-baru ini. (IAN)

Comment