by

Kasatpol PP Bursel Diperiksa 7 Jam dalam Status Tersangka

beritakotaambon.com – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Buru Selatan, Asnawi Gay (AG), diperiksa perdana sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru di Investigation Building Kejari Buru, Rabu (1/9).

Kasatpol PP Bursel ditetapkan sebagai tersangka sejak 14 Juni 2021 lalu, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan anggaran pengadaan pakaian pemadam kebakaran, pakaian dinas pegawai dan seragam Linmas pada tahun anggaran 2015, 2018 dan 2019, di Satpol PP Kabupaten Buru Selatan.

Pemeriksaan kali ini merupakan pemeriksaan pertama kali dalam status sebagai tersangka.

Berdasarkan pantauan BeritaKota Ambon, Kasatpol PP Bursel datang ke kantor Kejari Buru menggunakan kendaraan dinas DE 199 KM, didampingi kuasa hukumnya, Mustaqim Wenno.

Kasubsi Penyidikan Kejari Buru, Dhanitya Putra Prawira, mengungkapkan, tersangka AG telah memenuhi panggilan Kejari Buru untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka.

Baca juga: Kejari SBT Audit Masalah Talud Gumumae

“Kasatpol PP Bursel mulai diperiksa dari pukul 11.00 WIT sampai kami memberikan waktu istirahat 12.00 WIT. Kembali diperiksa sekitar pukul 14.00 WIT sampai dengan pukul 20.00 WIT,” kata Dhanitya, kepada BeritaKota Ambon di Kantor Kejari Buru.

Pada pemeriksaan yang dilakukan sekitar 7 jam itu, katanya, penyidik melontarkan sekitar 65 terhadap tersangka.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Mustaqim Wenno, memaparkan, pada pemeriksaan itu ada beberapa tambahan pertanyaan yang merupakan penegasan dari pertanyaan terdahulu saat dalam proses penyelidikan.

“Untuk pengembalian uang negara, belum dilakukan karena kami masih menunggu perhitungan resmi dari pihak kejaksaan. Selaku kuasa hukum, kami sedang mempertimbangkan untuk melakukan pengembalian kerugian uang negara,” ucap Wenno.

Wenno menambahkan, untuk pemeriksaan lanjutan tergantung konfirmasi dari pihak Kejaksaan Negeri Buru.

Untuk diketahui, Asnawi Gay merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam kasus ini dangan jumlah kerugian keuangan negara sementara lebih kurang Rp 257 juta.

Baca juga: Berkas Dua Pembunuh JMP Diserahkan ke Jaksa

Atas perbuatannya, dia dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 dan atau Pasal 12 huruf i UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana dirubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (MSR)

Comment