by

Kasus Bandara Banda Dibuka Kembali, Pengacara Sebut, Jaksa Ardian Layak Terima Penghargaan

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Banda Neira,Ardian Junaedi, layak mendapat penghargaan khusus dari Kejaksaan Agung RI.
Pasalnya, jaksa berkumis tipis ini, baru saja mengungkap satu kasus korupsi Dana BOS di wilayah hukumnya itu. Lagi, ia melakukan terobosan dengan melakukan penyelidikan ulang terhadap kasus dugaan korupsi pekerjaan Standar Runway Bandara Banda Neira yang sudah menyeret dua terpidana.

Hal ini diungkapkan langsung Yusti Tuny, kuasa hukum dari dua terpidana yakni, Marthen Parinussa dan Sijane Nanlohy kepada wartawan di Ambon Jumat (9/7).

Menurut Yustin, setelah diberikan kuasa oleh Marthen Parinussa dan Sijane Nanlohy, dirinya tidak terfokus pada penjelasan Marthen dan Sijane melainkan, dia lebih terfokus pada bukti-bukti surat yang berkaitan langsung dengan pekerjaan Bandara dan fakta persidangan.

Setelah dipelajari, kata Yustin, ternyata Kejaksaan Negeri Ambon Cabang Banda yang dipimpin oleh Jafet Ohello, tebang pilih dalam menetapkan tersangka. Pasalnya, bukan Marthen dan Sijane saja yang harus bertanggungjawab proyek ini, melainkan masih ada pihak lain yang harus dijebloskan ke hotel prodeo.

“Dari kasus ini, kami mengambil langkah hukum untuk kasus Bandara Banda harus di buka kembali. Kemudian karena kasus ini sudah dibuka lagi, selaku kuasa hukum patut kita berikan apresiasi yang tinggi kepada Ardian Junaedi selaku kepala Cabang Kejari Ambon di Banda Neiara,” Kata Tuny.

Sejak kasus ini bergulir ke pengadilan dan mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum tetap, terhitung sudah lima tahun dirinya memperjuangan agar kasus ini di buka kembali, karena terkesan adanya tebang pilih dalam penyelidikan, penyidikan serta penetapan tersangka. Namun, bukti-bukti yang sudah diajukan dalam kurun waktu lima tahun kemarin tidak pernah di gubris oleh mantan kepala cabang Kejari Ambon di Banda Neira sebelumnya. Tapi syukurlah, di masa kepemimpinan Ardian Junaedi, kasus ini sudah di buka kembali, dan penyelidikan sudah berjalan marathon.
“Pada saat jaksa Ardian Junaedi menjabat sebagai kacab, dirinya langsung merespon apa yang menjadi maksud dan tujuan kami. Salut pak jaksa!,” cetus Yustin.

Yustin mengaku, lantaran terkesan tebang pilih, dia pernah melaporkan mantan Kepala Kejaksaan Negeri Ambon Cabang Banda ke Kejaksaan Agung dan lembaga-lembaga terkait lain.
Lebih lanjut dijelasakan, kerja keras Jaksa Adrian selaku Kepala Kejaksaan Negeri Ambon Cabang Banda bukan untuk pribadi dirinya melainkan melaksanakan tugas negara dan nama baik dari institusi kejaksaan. karena kerjanya baik maka wajar diberikan penghargaan dan atau dipromosikan pada jabatan-jabatan yang lain.
“Dalam waktu dekat, kami akan menyurati Jaksa Agung RI di Jakarta terkait kinerja Ardian Junaedi, untuk diberikan penghargaan atau dipromosikan pada jabatan yang lebih tinggi lagi. Hal ini penting untuk menjadi motivasi bagi yang setiap jaksa lain” pungkas Yustin.(SAD).

Comment